MAKALAH
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Disusun guna
memenuhi tugas:
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
Dosen pengampu: USWATUN
QOYYIMAH, M.Ed., Ph.D
Oleh : Supriyo

PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2018
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum wr,wb.
Segala puji kami haturkan
kehadirat Allah SWT tuhan semesta alam, karena atas rahmat dan petunjuknya kami
dapat menyelesaikan penyusunan makalah kami tentang “Kepemimpinan Pendidikan”. Shalawat serta salam
tak lupa pula kita haturkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang dalam naungan iman
dan islam.
Penyusunan makalah mengenai “Kepemimpinan Pendidikan” ini merupakan tugas
kelompok kami dalam mata kuliah Manajemen
Pendidikan SD.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan terutama
disebabkan oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang.
Kami sadar, sebagai seorang mahasiswa/i
yang masih dalam proses pembelajaran, penyusunan makalah ini masih banyak
sekali kekurangan. Oleh karna itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik serta
saran yang bersifat positif, guna penyusunan makalah yang lebih baik untuk
kedepannya.
Dan tak lupa pula kami haturkan terima
kasih kepada teman-teman yang telah ikut serta dalam penyusunan makalah kita
ini. Sehingga kami dapat menyelesaikannya tepat
waktu.
Unidpdu, 23 September 2018
Penyusun
SUPRIYO,
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar...............................................................................................................................i
Daftar
isi.........................................................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................................................1
A. Latar
Belakang................................................................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah............................................................................................................ 2
C. Tujuan.............................................................................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN..............................................................................................................3
A. Definisi Kepemimpinan
Pendidikan................................................................................ 3
B. Fungsi Pemimpin
Pendidikan.......................................................................................... 3
C. Faktor-Faktor yang mempengaruhi
Pemimpin................................................................. 4
D. Tipe-Tipe Kepemimpinan
Pendidikan............................................................................. 5
E. Syarat-Syarat Pemimpin
Pendidikan............................................................................... 6
F. Keterampilan yang harus dimiliki Pemimpin
Pendidikan................................................ 7
G. Pendekatan Kepemimpinan Pendidikan.......................................................................... 9
H. Siapa yang disebut Pemimpin
Pendidikan.....................................................................10
I. Model-Model Kepemimpinan dalam
Pendidikan..........................................................11
BAB III
PENUTUP……………………………………………………………………………..15
A. Kesimulan.........................................................................................................................15
B. Saran ................................................................................................................................15
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................................................16
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu
merencanakan dan mengorganisasi, tetapi peran utama kepemimpinan adalah
mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan
bukti bahwa pemimpin boleh jadi manajer yang lemah apabila perencanaannya jelek
yang menyebabkan kelompok berjalan ke arah yang salah. Akibatnya walaupun dapat
menggerakkan tim kerja, namun mereka tidak berjalan kearah pencapaian tujuan
organisasi. Guna menyikapi tantangan globalisasi yang ditandai dengan adanya
kompetisi global yang sangat ketat dan tajam.
Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan unik,
sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Untuk membantu para kepala
sekolah di dalam mengorganisasikan sekolah secara tepat, diperlukan adanya satu
esensi pemikiran yang teoretis, seperti kepala sekolah harus bisa memahami
teori organisasi formal yang bermanfaat untuk menggambarkan kerja sama antara
struktur dan hasil sekolah. Oleh sebab itu dikatakan bahwa” keberhasilan
sekolah adalah sekolah yang memiliki pemimpin yang berhasil.
Keberhasilan pendidikan di sekolah juga
sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga
kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu
komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala
sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan,
administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan
serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa 2004:25). Hal tersebut menjadi
lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah,
yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Dalam
perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan
kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu
terjaga.
B. Rumusan Masalah
1.
1. Apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan
pendidikan ?
1.
2. Apa saja fungsi pemimpin pendidikan ?
1.
3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi
Pemimpin ?
1.
4. Apa saja tipe-tipe kepemimpinan pendidikan ?
1.
5. Apa saja kah syarat-syarat dari kepemimpinan
pendidikan ?
1.
6. Apa saja kah keterampilan yang harus dimiliki
oleh pemimpin pendidikan ?
1.
7. Apa saja pendekatan kepemimpinan pendidikan ?
1.
8. Siapakan yang disebut pemimpin pendidikan ?
1.
9. Apa saja Model-model kepemimpinan dalam
pendidikan ?
C. Tujuan
1.
1. Untuk mengetahui apa itu kepemimpinan
pendidikan.
1.
2. Untuk mengetahui apa saja fungsi dari pemimpin
pendidikan.
1.
3. Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi Pemimpin.
1.
4. Untuk mengetahui tipe-tipe kepemimpina
pendidikan
1.
5. Untuk mengetahui syarat-syarat dari
kepemimpinan pendidikan
1.
6. Untuk mengetahui apa saja keterampilan yang
harus dimiliki oleh pemimpin pendidikan.
1.
7. Untuk mengetahui pendekatan kepemimpinan
pendidikan.
1.
8. Untuk mengetahui siapakak yang disebut sebagai
pemimpin pendidikan.
1.
9. Untuk mengetahui model-model kepemimpinan
dalam pendidikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Definisi Kepemimpinan Pendidikan
Kepemimpinan (Leadership) merupakan
salah satu yang sangat vital bagi terlaksananya fungsi-fungsi manajemen.
Pengertian umum pendidikan adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh
seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun,
menggerahkan, dan kalau perlu memaksa orang atau kelompok agar menerima
pengaruh tersebut dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu
tercapainya suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan.
Menurut Ralp M. Stogdill, kepemimpinan adalah proses
mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok yang diorganisis menuju kepada
penentuan dan pencapaian tujuan.Sondang P. Siagian, kepemimpinan merupakan
motor atau daya penggerak dari pada semua sumber-sumber, dan alat yang tersedia
bagi suatu organisasi. Mardjin syam (1966)
mengartikan kepemimpinan sebagai keseluruhan tindakan guna mempengaruhi serta
mengingatkan orang, dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan, atau dengan
definisi yang lebih lengkap dapat dikatakan bahwa kepemimpinan adalah proses
pemberian jalan yang mudah dari pada pekerjaan orang lain yang terorganisir
dalam organisasi guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan “Pendidikan” mengandung arti dalam lapangan
apa dan dimana kepemimpinan itu berlangsung, dan sekaligus menjelaskan pula
sifat atau ciri-ciri yang harus dimiliki oleh kepemimpinan itu.
Dengan demikian
Kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk menggerakan pelaksanaan
pendidikan, sehingga tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai
secara efektif dan efisien.
B. Fungsi Pemimpin Pendidikan
Fungsi utama pemimpin pendidikan, antara lain :
· Pemimpin membantu tercapainya suasana persaudaraan,
kerjasama, dengan penuh rasa kebebasan.
· Pemimpin
membantu kelompok untuk mengorganisir diri yaitu ikut serta dalam memberikan
rangsangan dan bantuan kepada kelompok dalam menetapkan dan menjelaskan tujuan.
· Pemimpin
membantu kelompok dalam menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu
kelompok dalam menganalisis situasi untuk kemudian menetapkan prosedur
mana yang paling praktis dan efektif.
· Pemimpin
bertanggung jawab dalam mengambil keputusan bersama dengan kelompok. Pemimpin
memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari pengalaman. Pemimpin
mempunyai tanggung jawab untuk melatih kelompok menyadari proses dan isi
pekerjaan yang dilakukan dan berani menilai hasilnya secara jujur dan objektif.
· Pemimpin
bertanggung jawab dalam mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi.
Sedangkan dari
definisi berikutnya memberikan indikasi bahwa :
· Seorang pemimpin berfungsi sebagai orang yang
mampu menciptakan perubahan secara efektif di dalam penampolan kelompok.
· Seorang pemimpin berfungsi menggerakan orang
lain, sehingga secara sadar orang lain tersebut mau melakukan
apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
C. Faktor-Faktor yang mempengaruhi pemimpin
Ngalim Purwanto (2004)
menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi pemimpin, sebagai berikut :
· 1. Keahlian dan Pengetahuan
Keahlian dan
pengetahuan yang dimaksud di sini adalah latar belakang pendidikan atau ijazah
yang dimilikinya, sesuai tidakna latar belakang pendidikan itu dengan
tugas-tugas kepemimpinan yang menjadi tanggung jawabannya, pengalaman kerja
sebagai pemimpin, apakah pengalaman yang telah dilakukannya mendorong dia untuk
memperbaiki dan mengembangkan kecakapan dan keterampilanya dalam memimpin.
· 2. Jenis pekerjaan atau lembaga tempat pemimpin
itu melaksanakan tugas jabatannya.
Tiap organisasi atau
lembaga yang tidak sejenis memiliki tujuan yang berbeda, dan menuntun cara-cara
pencapaian tujuan yang tidak samma. Oleh karena itu, tiap jenis lembaga
memerlukan perilaku dan sikap kepemimpinan yang berbeda pula.
· 3. Sikap-sikap Kepribadian
Pemimpin
Kita mengetahui bahwa
secara psikologi manusia itu berbeda-beda sifat, watak, dn kepribadiannya. Ada
yang selalu bersikap keras dan tegas, tetapi ada pula yang lemah dan kurang
berani. Dengan adanya perbedaan-perbedaan watak dan kepribadian yang dimiliki
oleh masing-masing pemimpin, meskipun beberapa orang pemimpin memiliki latar
pendidikan yang sama dan diserahi tugas pemimpin dalam lembaga yang sejenis,
karena perbedaan kepribadiannya akan menimbulkan perilaku dan sikap yang
berbeda pula dalam menjalankan kepemimpinannya.
· 4. Sikap-Sikap kepribadian Pengikut
Tentang sifat-sifat
pengikut, yaitu mengapa dan bagaimana anggota kelompok menerima dan mau
menjalankan perintah atau tugas-tugas yang diberikan oleh pemimpin.
D. Tipe-tipe Kepemimpinan Pendidikan
Berdasarkan konsep, sifat, sikap, dan cara-cara pemimpin
tersebut melakukan dan mengembangkan kegiatan kepemimpinan dalam lingkunagn
kerja yang dipimpinnya, maka kepemimpinan pendidikan dapat diklasifikasikan
kedalam 4 tipe, yaitu :
· 1. Tipe
otoriter
Tipe kepemimpinan otoriter disebut juga tipe kepemimpinan
“outhoritarian”. Dalam kepemimpinan yang otoriter, pemimpin bertindak sebagai
diktator terhadap anggota-anggota kelompoknya. Dominasi yang berlebihan
mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis, atau sifat-sifat pada
anggota-anggota kelompok terhadap pemimpinnya.
· 2. Tipe
“Laissez-faire”
Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak
memberikan kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya.
Pemeimpin sama sekali tidak memberikan kontrol dan koreksi pekerjaan
bawahannya. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada
bawahannya tanpa petunjuk atau saran-saran dari pemimpin. Tingkat keberhasilan
organisasi atau lembaga semata-mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi
beberapa anggota kelompok, dan bukan karena pengaruh dari pemimpin. Struktur
organisasinya tidak jelas dan kabur, segala dilakukan tanpa rencana dan tanpa
pengawasan dari pemimpin.
· 3. Tipe
Demokratis
Pemimpin
yang bertipe demokratis menafsirkan kepemimpinanya bukan sebagai diktator,
melainkan sebagai pemimpin ditengah-tengah anggota kelompoknya. Pemimpin yang
demokratis selalu berusaha menstimulasi anggota-anggotanya agar bekerja secara
produktif untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tindakan dan usaha-usahanya ia
selalu perpangkal pada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan
mempertimbangkan kesanggupan serta kemampuan kelompoknya.
· 4. Tipe
Pseudo-demokratis
Tipe ini disebut juga demokratis semu atau manipulasi
diplomatik. Pemimpin yang bertipe peseudo demokratis hanya tampaknya saj
bersifat demokratis padahal sebenarnya dia bersikap ookratis. Misalnya jika ia
mempunyai ide-ide, pikiran, konsep-konsep yang ingin diterapkan di lembaga yang
dipimpinnya, maka hal tersebut didiskusikan dan dimusyawarahkan dengan
bawahannya, tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada
akhirnya bawahan didesak agar menerima ide/pikiran/konsep tersebut sebagai
keputusan bersama.
E. Syarat - Syarat Pemimpin Pendidikan
Dalam memangku jabatan pemimpin pendidikan yang dapat
melaksanakan tugas-tugasnya dan memainkan perannya sebagai pemimpin yang baik
dan sukses, maka dituntut beberapa persyaratan jasmani, rohani, dan moralitas
yang baik, bahkan persyaratan sosial ekonomis yang layak akan tetapi pada
bagian ini yang akan dikemukakan hanyalah persyaratan-persyaratan kepribadian
dari seorang pemimpin yang baik. Persyaratan-persyaratan tersebut adalah :
· Rendah hati dan sederhana
· Bersifat suka menolong
· Sabar dan memiliki
kestabilan emosi
· Percaya kepada diri
sendiri
· Jujur, adil dan
dapat dipercaya
· Keahlian dalam jabatan
Adanya
syarat-syarat kepemimpinan seperti diuraikan di atas menunjukkan bahwa
kepemimpinan bukan hanya memerlukan kesanggupan dan kemampuan saja,
tetapi lebih-lebih lagi kemampuan dan kesediaan pemimpin.
F. Keterampilan
yang harus dimiliki Pemimpin Pendidikan
· 1. Keterampilan
dalam memimpin
Pemimpin harus menguasai cara-cara kepemimpinan, memiliki
keterampilan memimpin supaya dapat bertindak sebagai seorang pemimpin yang
baik. Untuk hal itu antara lain ia harus menguasai bagaimana caranya
: menyusun rebcana bersama, mengajak anggota berpartisipasi, memberi bantuan
kepada anggota kelompok, memupuk “morale” kelompok, bersama-sam membuat
keputusan, menghindarkan “working on the group” dan “working for the group” dan
mengembangkan “working with within the group”, membagi dan menyerahkan tanggung
jawab, dan sebagainya. Untuk memperoleh keterampilan diatas perlu pengalaman,
dan karena itu pemimpin harus benar-benar banyak bergaul, bekerja sama, dan
berkomunikasi dengan orang yang dipimpinnya. Yang penting jangan hanya tahu,
tetapi harus dapat melaksanakan.
· 2. Keterampilan
dalam hubungan insani
Hubungan insani adalah hubungan antar manusia. Ada dua
macam hubungan yang biasa kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari : 1) hubungan
fungsional atau hubugan formal, yaitu hubungan karena tugas resmi atau
pekerjaan resmi; dan 2) hubungan pribadi atau hubungan informal atau hubungan
personel, ialah hubungan yang tidak didasarkan atau tugas resmi atau pekerjaan,
tetapilebih bersifat kekeluargaan.
Yang
menjadi inti dalam hubungan ini, apakah itu hubungan fungsional atau hubungan
personal, adalah saling menghargai. Bawahan menghargai atasan dan sebaliknya
atasanpun harus menghargai bawahan.
· 3. Keterampilan
dalam proses kelompok
Maksud
utama dari proses kelompok ialah bagaimana meningkatkan partisipasi
anggota-anggota kelompok setinggi-tingginya sehingga potensi yang dimiliki para
anggota kelompok itu dapat diefektifkan secara maksimal. Inti dari proses
kelompok adalah hubungan insani dan tangung jawab bersama. Pemimpin harus jadi
penengah, pendamai, moderator dan bukan menjadi hakim.
· 4. Keterampilan
dalam administrasi personil
Administrasi personil mencakup segala usaha menggunakan
keahlian dan kesanggupan yang dimiliki oleh petugas-petugas secara efektif dan
efisien. Kegiatan dalam administrasi personil ialah : seleksi, pengangkatan,
penempatan, penugasan, orientasi, pengawasan, bimbingan dan pengembangan serta
kesejahteraan. Menemukan yang palingpenting dari kegiatan diatas ialah kegiatan
seleksi dalam memilih orang yan paling sesuai dengan tugas dan pekerjaannya
yang berpedoman pada “the right man in the right place”.
· 5. Keterampilan
dalam menilai
Penilaian atau evaluasi ialah suatu usaha untuk
mengetahui sampai dimana suatu kegiatan sudah dapat dilaksanakan atau sampai
dimana suatu tujuan sudah dicapa. Yang dinilai biasanya ialah : hasil kerja,
cara kerja dan orang yang mengerjakannya.
Adapun teknik dan prosedur evaluasi ialah : menentukan
tujuan penilaian, menetapkan norma/ukuran yang akan
dinilai, mengumpulkan data-data yang dapat diolah menurut kriteria
yang ditentukan, pengolahan data, dan menyimpulkan hasil penilaian. Melalui
evaluasi, guru dapat dibantu dalam menilai pekerjaannya sendiri, mengetahui
kekurangan dan kelebihannya. Selain guru, personila lainnya perlu dievaluasi
seperti petugas (karyawan) tata usaha, petugas BK, dan sebagainya, untuk
mengetahui kemajuan/ kekurangannya.
Kazt mengemukakan tiga keterampilan/skill yang harus
dikuasai oleh seorang pemimpin, ialah human telation skill, techinal skill, dan
conceptual skill. Seberapa jauh ketiga keterampilan itu harus dipunyai pemimpin
sesuai dengan kedudukannya.
· · Human
relation skill
Kemampuan
berhubungan dengan bawahan. Bekerja sama menciptakan iklim kerja yang
menyenangkan dan kooperatif. Terjalin hubungan yang baik sehingga bawahan
merasa aman dalam melaksanakan tugasnya.
· · Technical
skill
Kemampuan menerapkan ilmunya kedalam pelaksanaan
(operasional) Dalam rangka mendayagunakan/memanfaatkan sumber-sumber yang ada.
Melaksanakan tugas yang bersifat operasional. Memikirkan pemecahan
masalah-masalahyang praktis. Makin tinggi tingkat manager, secara relatif
technicalskill makin kurang urgensinya.
· · Conceptual
skill
Di dalam melihat sesuatu secara keseluruhan
yang kemudian dapat merumuskannya, seperti dalam mengambil keputusan,
menentukan kebijakan dan lain-lain. Dalam hubungan perlu ditekankan bahwa
seorang pemimpin yang baik, adalah pemimpin yang tidakmelaksanakan sendiri
tindakan-tindakan yang bersifat operasional. Lebih banyak merumuskan
konsep-konsep. Keterampilan ini ada juga yang menyebut dengan managerial skill.
G. Pendekatan Kepemimpinan Pendidikan
a. Pendekatan menurut pengaruh kewibawaan (power influence
approach)
Menurut pendekatan
ini, dikatakan bahwa keberhasilan pemimpin dipandang dari segi sumber dan
terjadinya semua kewibawaan yang ada pada para pemimpin, dan dengan cara yang
bagaimana para pemimpin menggunakan kewibawaan tersebut kepada
bawahan. Pendekatan ini menekankan sifat timbal balik, proses saling
mempengaruhi dan pentingnya pertukaran hubungan kerja sama antara para pemimpin
dengan bawahan.
b. Pendekatan sifat (the traits approach)
Pendekatan ini
menekankan pada kualitas pemimpin. Keberhasilan pemimpin ditandai oleh daya
kecakapan luar biasa yang dimiliki oleh para pemimpin seperti: tidak kenal
lelah atau penuh energy, intuisi yang tajam, tinjau ke masa depan yang tidak
sempit, dan kecakapan keyakinan yang sangat menarik.
c. Pendekatan Perilaku (behaviorial approach)
Pendekatan perilaku memandang kepemimpinan dapat dipelajari dari dari
pola tingkah laku dan bukan sifat-sifatnya. Studi ini melihat dan
mengidentifikasi prilaku yang khas dari pemimpin dalam kegiatannya untuk mempengaruhi
anggota-anggota kelompok atau pengikutnya. Perilaku pemimpin ini dapat
berorientasi pada tugas keorganisasian ataupun pada hubungan dengan anggota
kelompoknya. Pendekatan ini menitik beratkan pandangannya pada dua aspek
perilaku kepemimpinan yaitu : fungsi-funsi kepemimpinan dan gaya-gaya
kepemimpinan.
d. Pendekatan kontingensi/ situasi
Pendekatan kontingensi
menekankan pada cirri-ciri pribadi pemimpin dan situasi, mengemukakan dan
mencoba untuk mengukur atau memprkirakan ciri-ciri pribadi ini, dan membantu
pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada
kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional.
H. Siapakah
yang disebut Pemimpin Pendidikan ?
Guru, wali kelas, kepala sekolah, pengawasa, kepala kantor bidang
pendidikan ada semua tingkatan, semua tenaga edukatif pada kantor dinas kepa
direktorat dalam lingkungan direktorat jenderal pendidikan ketua jurusan,
dekan, rector dan pembantu-pembantunya pada sekolah tinggi, akademi, institusi
dan universita, ahli-ahli ilmu pendidikan dan masih banyak lagi, mereka
merupakan pemimpin pendidakan. Padapokoknya setiap orang yang mempunyai
kelebihan dalam kemampuan dan pribadinya, dan dengan kelebihannya itu dapat
mempengaruhi, mengajar, membimbing, mendorong, menggerakan, dan
mengkordinasikan staf pendidikan lainnya ke arah peningkatan atau perbaikan
mutu pendidikan dan pengajaran, maka ia telah melaksanakan fungsi kepemimpinan
pendidikan, dan ia tergolong sebagai pemimpin pendidikan.
Dengan demikian maka pemimpin pendidikan itu dapat
berstatus pemimpin resmi . kepemimpinan resmi dimiliki oleh meraka yang
menduduki posisi dalam struktur organisasi pendidikan, baik secara resmi oleh
pihak atasan atau yang berwenang maupun karena dipilih secara resmi menjadi
pemimpin oleh anggota staf pelaksana pendidikan dimana ia bekerja.
Misalnya kepala sekolah, kepala dinas pendidikan adalah termasuk kategori
pemimpin resmi dan memiliki kepemimpinan resmi dilihat dari segi posisi dan
sistem pengangkatannya. Kepemimpinan tidak resmi bisa dimiliki oleh mereka yang
mempengaruhi, member tauladan, dan mendorong ke arah perbaikan.
Ø Kepala sekolah sebagai
pemimpin pendidikan
Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah menghadapi
tantangan yang berat, untuk itu ia harus memiliki persiapan yang memadai.
Karena banyak tanggung jawab maka kepala sekolah memerlukan pembantu. Ia
hendaknya belajar bagaimana mendelegasikan wewenag dan tanggung jawab sehingga
ia dapat memusatkan perhatiannya pada usaha pembinaan program pengajaran.
Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan, harus mampu
mengelola sarana dan prasarana pendidkan, pelayanan khusus sekolah dan
fasilitas-fasilitas pendidikan lainnya sedemikian rupa sehingga guru-guru dan
murid-murid memperoleh kepuasan dalam melaksanakan tugasnya.
I. Model-model kepemimpinan dalam pendidikan
· 1. Kepemimpinan Visioner
kepemimpinan Visioner
adalah kemampuan pemimpin dalam mencipta, merumuskan,
mengkomunikasikan/mensosialisasikan/ mentransformasikan dan mengimplementasikan
pemikiran - pemikiran ideal yang berasal dari dirinya atau sebagai hasil
interaksi sosial antara anggota organisasi yang diyakini sebagai cita-cita
organisasi dimasa depan yang harus diraih atau diwujudkan melalui komitmen
semua personil.
Seseorang dapat dikatakan sebagai pemimpin yang Visioner
dalam menghasilkan pendidikan yang produktif, bila selama melaksanakan tanggugjawabnya
sebagai sebagai seorang pemimpin dapat mengelola proses pendidikannya yang
tersedia (jika memungkinkan mengadakan sumber daya yang baru) telah berhasil
menciptakan output yang sesuai dengan visi yang ditetapkan dan berdaya guna
menjadi SDM yang handal sesuai dengan harapan atau keinginan
stakeholder/pengguna jasa pendidikan, dimana hasilnya
dapat menciptakan lulusan yang memiliki benefit terhadap individu
yang melakukannya berupa kemampuan / keahlian yang relevan dengan kehidupan dan
dapat menolong diri dan keluarga dalam kehidupannya.
Agar menjadi pemimpin
yang visioner, maka seseorang harus :
a. Memahami konsep visi
Visi adalah idealisasi
pemikiran tentang masa depan organisasi yang merupakan kekuatan kunci bagi
perubahan organisasi yang menciptakan budaya dan perilaku organisasi yang maju
dan antisipasi terhadap persaingan global sebagai tantangan zaman.
b. Memahami karakteristik dan unsure visi.
Suatu visi memiliki
karakteristik sebagai berikut :
- Memperjelas arah dan tujuan, mudah dimengerti
dan diartikulasikan
- Mencerminkan cita-cita yang tinggi
- Menumbuhkan inspirasi, semangat, kegairahan,
dan komitmen
- Menciptakan makna bagi anggota organisasi
- Menyiratkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi
oleh organisasi
- Kontekstual dalam arti memperhatikan secara
seksama hubungan organisasi dengan lingkungan dan sejarah
perkembangan organisasi yang bersangkutan.
· 2. Kepemimpinan Transformasional
Kepemimpinan
transformasional dibangun dari dua kata, yaitu kepemimpinan dan
transformasioanal. Kepemimpinan sebagaimana yang telah dijelaskan diawal
merupakan setiap tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk
mengkoordinasikan, mengarahkan dan mempengaruhi orang lain dalam memilih dan
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Istilah transformasi berasal dri kata
transform, yang bermakna mentransformasikan atau mengubah sesuatu menjadi
bentuk lain yang berbeda, misalnya mentransformasikan visi menjadi realita,
atau mengubah sesuatu yang potensial menjadi actual.
Burns (1978) orang
yang disebut-sebut sebagai yang pertama kali menggagaskannya, mendefinisikan
kepemimpinan transformasional sebagai “a process in which leaders and
followers raise to higher leves of morality and motivation”. Gaya
kepemimpinan semacam ini akan mampu membawa kesadaran para pengikut dengan
memunculkan ide-ide produktif, hubungan yang sinergikal, kebertanggungjawaban,
kepedulian edukasional dan cita-cita bersama, pemimpin dengan kepemimpinan
transformasional adalah kepemimpinan yang memiliki visi ke depan dan mampu
mengidentifikasikan perubahan lingkungan serta mampu mentransformasi perubahan
tersebut ke dalam organisasi, mempelopori perubahan dan memberikan motivasi dan
inspirasi kepada individu untuk kreatif dan inovatif serta membangun kerja sama
yang solid. Yuki (1996) menyimpulkan esensi kepemimpinan transformasional
adalah memberdayakan para pengikutnya untuk bekerja secara efektif dengan
membangun komitmen mereka terhadap nilai-nilai baru, mengembangkan keterampilan
dan kepercayaan mereka, menciptakan iklim yang kondusif bagi berkembangnya
inovasi dan kreativitas.
Pemimpin
transformasioal sesungguhnya merupakan agen perubahan, karena memang erat
kaitannya dengan transformasi yang terjadi dalam suatu organisasi. Fungsi
utamanya adalah berperan sebagai katalis perubahan, bukanya sebagai control
perubahan. Seorang pemimpin transformasional memiliki visi yang jelas, memiliki
gambaran holistic tentang bagaimana organisasi dimasa depan ketika semua tujuan
dan sasarnnya telah tercapai.
Karakteristik pemimpin
trasformasional, menurut Aan Komariah dan Cepi Triatna (2006;78) adalah sebagai
berikut :
1. Pemimpin yang memiliki wawasan jauh ke depan
dan berupaya memperbaiki dan mengembangkan organisasi bukan untuk saat ini
tetapi di masa datang. Dan oleh karena itu pemimpin ini dapat dikatakan
pemimpin visioner.
2. Pemimpin sebagai agen perubahan dan bertindak
sebagai katalisator, yaitu yang memberi peran mengubah sistem ke arah yang
lebih baik. Katalisator adalah sebutan lain untuk pemimpin transformasional
karena ia berperan meningkatkan segala sumber daya manusia yang ada.
Berusaha memberikan reaksi yang menimbulkan semangat dan daya kerja cepat
semaksimal mungkin, selalu tampil sebagai pelopor dan pembawa perubahan.
Implementasi kepemimpinana trasformasional dalam pendidikan
Model
kepemimpinan trasformasional dalam
bidang pendidikan memang perlu diterapkan
seperti kepala sekolah, kepala dinas, dirjen dll. Model kepemiminan ini memang perlu diterakan sebagai salah satu solusi
krisis pemimin pendidikan terutama dalam bidang pendidikan. Adapun alas an-alasan mengapa perlu diterapkan model
kepemimpinan transformasional didasarkan pendapat olga epitropika (2001:1)
mengemukakan enam hal mengapa kepemimpinan transformasional penting
bagi suatu organisasi, yaitu:
1. Secara signifikan meningkatkan kinerja
organisasi
2. Secara positif dihubungkan dengan orientasi
pemasaran jangka panjang dan kepuasan pelanggan
3. Membangkitkan komitmen yang lebih tinggi
kepada para anggotanya terhadap organisasi
4. Meningkatkan kepercayaan pekerja dalam
manajemen dan perilaku keseharian organisasi
5. Meningkatkan kepuasan pekerja melalui
pekerjaan dan pemimpin
6. Mengurangi stress para kinerja dan
meningkatkan kesejahteraan.
Implemntasi model kepemimpinan transformasional dalam organisasi pendidikan perlu memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
1. Mengacu pada nilai-nilai agama yang ada
dalam organisasi atau bahkan suatu negara
2. Disesuaikan
dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sistem organisasi tersebut
3. Karena
sistem pendidikan merupakan
suatu sub sistem maka harus memperlihatkan sistem
yang lebih besar yang ada diatasnya
seperti sistem negara
4. Menggali
budaya yang ada dalam organisasi tersebut
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
kepemimpinan
pendidikan sebagai “ satu kemampuan dan proses mempengaruhi, membimbing,
mengkoordinir dan menggerakkan orang-orang lain yang ada hubungan dengan
pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, agar
supaya kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih efisien dan efektif di
dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran.
B. Saran
Syarat bagi pemimpin
pendidikan, dalam hal ini adalah kepala sekolah, adalah kepala sekolah sebagai
pemimpin pendidikan harus dapat memimpin sekolah,
bertanggung jawab atas tercapainya tujuan sekolah,
juga diharapkan menjadi pemimpin
dan inovator di sekolah.
Oleh sebab itu, seorang kepala sekolah hendaknya memiliki
kualitas kepemimpinan yang baik agar signifikan bagi keberhasilan sekolah.
Oleh karena itu
seorang kepala sekolah harus memenuhi syarat-syarat untuk menjadi pemimpin
pendidikan, memiliki keterampilan memimpin dan keterampilan hubungan insane
serta menerapkan model kepemimpinan yang baik sesuai dengan karakteristik
dirinya, karena sesungguhnya keberhasilan suatu sekolah
pada hakikatnya terletak pada
efisiensi dan efektivitas penampilan seorang kepala
sekolah.
DAFTAR
PUSTAKA
Sutikno Sobry, M.
2012. Manajemen Pendidikan. Lombok: Holistica
Sumidjo, Wahjo.
1999. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Rajawali Pers
Tim Dosen Jurusan
Administrasi Pendidikan. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung:
Alfabeta
Popular
Posts
MAKALAH
MANAJEMEN PENDIDIKAN ”Kepemimpinan Pendidikan” Oleh : kelompok
III 1. Putri Anggun Sari
...
A.
Politik luar negeri bebas-aktif Indonesia Sejak merdeka,
Indonesia telah menyadari kedudukannya yang penting dalam pergaulan...
MAKALAH
PENILAIAN DIAGNOSTIK, FORMATIF DAN SUBMATIF Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Asessemen
Proses dan Hasil Belajar SD ...
A.
Hubungan Indonesia dengan Asia Tenggara dari masa ke masa
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan yang berada di bagian tenggara...
MAKALAH
PSIKOLOGI KEPRIBADIAN (KAJIAN TEORI KEPRIBADIAN MANUSIA MENURUT ERICH
FROMM) OLEH : Kelompok IV Nama Anggot...
A.
Pancasila sebagai dasar Negara Apa jadinya bangunan yang
berdiri tanpa dasar atau fondasi? Tentu bangunan itu akan mudah runtuh...
1.
PUTRI ANGGUN SARI (E1E214083) Nama saya Putri Anggun sari, saya lahir di
Bima 9 September 1996. Biasa di panggil Bunga. Lah...
BAB
I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kualitas
pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan pendidikan dalam mengelola
...
PROPOSAL
PENELITIAN PENDIDIKAN “PENGARUH SERTIFIKASI GURU TERHADAP KINERJA GURU
SD NEGERI 06 SAPE KABUPATEN BIMA” ...
A. Indonesia sebagai Negara
demokrasi Mengapa Indonesia dikatakan sebagai negara demokrasi? Untuk
menjawabnya, kalian perlu terlebi...
Blogger
templates
Blogger news
Blogroll
Blog Archive
Copyright © 2018 S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS
MATARAM 2014. Designed for Universities in
California - Universities in Texas, Universities in New York, Universities in Florida




Tidak ada komentar:
Posting Komentar