MAKALAH
MATERI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Disusun guna
memenuhi tugas:
TEKNOLOGI
PENDIDIKAN ISLAM
Dosen pengampu: Dr. H.MALIK,
MA
Oleh : Supriyo

PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Manusia terlahir ke dunia ini dibekali oleh Tuhan dengan
akal dan pikirannya sebagai cara untuk mempertahankan hidupnya. Pun demikian
lahirnya teknologi-teknologi dari yang awalnya hanya berwujud teknologi yang
sederhana, kini semakin berkembang dan semakin canggih pula diciptakan manusia
dengan memberikan kemudahan-kemudahan sehingga semua aktivitas manusia dapat
tercapai dengan mudah pula.
Begitu pula dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan
Islam. Jika kita melihat bagaimana histori teknologi dari zaman ke zaman
mengalami berbagai perubahan dan peningkatan. Terlebih dari pengelolaan
teknologi tersebut. Bermula dari desain yang sederhana akan dikelola dengan
baik yang kemudian akan menciptakan sebuah teknologi yang bermanfaat bagi duni
pendidikan.
Pendidikan Islam yang dulu diajarkan melalui teknologi yang
sederhana misalnya dengan menggunakan lembaran kulit pohon, di batu, atau
dengan dedaunan, maka kini telah mencapai teknologi yang canggih yang
bermanfaat bagi berlangsungnya pendidikan Islam. Hal ini bukanlah sebuah
tahapan yang mudah dan cepat, namun melalui proses panjang dalam perkembangan
teknologi. Dalam makalah ini akan membahas tentang salah satu kawasan teknologi
yaitu kawasan pengelolaan teknologi pendidikan dan bagaimana penerapannya pada pendidikan
Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Teknologi Pendidikan
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia, arti Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup
manusia.[1]
Nasution mendefinisikan teknologi artinya penerapan
ilmu-ilmu dasar yang memecahkan masalah guna mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut pendapat kami, teknologi merupakan segala sesuatu yang memudahkan
manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
Sementara dalam AECT (Association of Education and
Communication Technology) 2004, mendefinisikan sebagai berikut, “Educational
technology is the study and ethical practice of facilitating learning and
improving performance by creating, using, and managing appropriate
technological processes and resources”, yakni teknologi pendidikan adalah studi
dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan
kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan, dan mengelola
proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Intinya bahwa segala cara dalam
memafasilitasi berlangsungnya pendidikan yang bertujuan untuk mencapai
pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan bagi siswa yang nantinya
akan melahirkan output pendidikan yang berkualitas.
B. Kawasan Pengelolaan Teknologi Pendidikan
Konsep pengelolaan merupakan bagian integral yang tidak bisa
dipisahkan dalam bidang Teknologi Pembelajaran dan dari peran kebanyakan para
teknolog pembelajaran. Tiap ahli dalam bidang teknologi memang dituntut untuk
memberikan pelayanan pengelolaan dalam bidangnya. Seorang teknolog pembelajaran
mungkin terlibat dalam usaha pengelolaan proyek pengembangan pembelajaran atau
pengelolaan pusat media sekolah. Tujuan yang ingin dicapai dari pengelolaan
kasus demi kasus dapat sangat beragam, namun keterampilan pengelolaan yang
mendasarinya relatif sama apapun kasusnya.
Banyak teknolog pembelajaran memegang jabatan yang
memerlukan kompetensi dalam fungsi pengelolaan. Misalnya, seorang direktur
pusat sumber belajar pada sebuah universitas. Direktur tersebut bertanggung
jawab atas keseluruhan program sumber belajar termasuk tujuan, organisasi,
staf, keuangan, fasilitas, dan peralatan yang ada di dalam universitas
tersebut. Begitu pula dengan misalnya kepala sekolah maupun pemimpin lembaga
pendidikan lainnya juga harus berkompeten dalam pengelolaan teknologi
pendidikan.
Orang yang lain-lain
mungkin bertugas sebagai ahli media pada sebuah sekolah dasar. Orang ini
bertanggung jawab atas keseluruhan program pusat media tersebut.
Program-program yang dilakukan oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan
tetapi keterampilan dasar yang diperlukan untuk mengelola program tersebut
tetap sama. Keterampilan yang dimaksud meliputi pengorganisasian program,
supervise personil, perencanaan, pengadministrasian dana dan fasilitas, serta
pelaksanaan perubaahan. Walaupun tiap penulis menggunakan istilah yang agak
berbeda, jenis-jenis pengelolaan ini dijelaskan dalam buku Chisholm dan Ely
(1976), Prostano dan Prostano (1987), dan Bleck dan Wiman (1989).
Kawasan pengelolaan awalnya berasal dari administrasi pusat
media, program media dan pelayanan media. Pembaruan perpustakaan dengan program
media membuahkan pusat dan ahli perpustakaan media sekolah. Program-program
media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan non-cetak sehingga timbul
peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologikal dalam kurikulum. Pada tahun
1976 Chisholm dan ely menulis buku Media Personnel in Education. A Competency
Approach yang isinya memberikan penekanan bahwa administrasi program media
memegang peran sentral atau peranan yang penting dalam membagi khasanah
teknologi pembelajaran. Definisi AECT tahun 1977 membagi fungsi pengelolaan
dalam pengelolaan organisasi dan pengelolaan personel, seperti halnya yang dilakukan
oleh para administrator dari program dan pusat media.
Dengan semakin rumitnya praktek dalam bidang ini, teori
pengelolaan umum mulai diterapkan dan diadaptasi. Teori pengelolaan proyek
digunakan, khususnya dalam proyek desain pembelajaran, karena semakin
diperlukan dalam praktek pengelolaan. Teknik atau cara untuk mengelola
proyek-proyek ini harus dikembangkan atau dipinjam dari bidang lain. Tiap
pengembangan baru memerlukan cara pengelolaan yang baru pula. Keberhasilan yang
dicapai pada sistem belajar jarak jauh itu tergantung pengelolaannya, karena
lokasinya yang menyebar. Dengan lahirnya teknologi baru, dimungkinkan
tersedianya cara baru untuk mendapatkan informasi. Hal ini akan berakibat pada
pengetahuan tentang pengelolaan informasi menjadi sangat potensial atau
memiliki banyak kesempatan yang luas dalam mengelola teknologi yang lebih
inovatif. Pendidikan jarak jauh dapat dilakukan dalam beberapa cara diantaranya
yaitu :[2]
1. Single Mode,
yaitu bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan hanya
jarak jauh saja.
2. Dual Mode,
yaitu bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan dengan
dua cara, yaitu secara tatap muka dan juga jarak jauh.
3. Konsorsium,
yaitu terpusat bentuk penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yang bekerjasama
dengan lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional maupun
internasional.
Suatu landasan teoritis dari pengelolaan informasi terlahir
dari disiplin ilmu informasi. Landasan lain yang muncul dari praktek berasal dari
teknologi terpadu kawasan pengembangan, dan dari ilmu untuk desain
pembelajaran, khususnya dalam pengembangan dan penerapan kurikulum dan
pembelajaran yang telah dirancang sendiri.
Pengelolaan meliputi pengendalian teknologi pembelajaran
melalui perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervise.
Pengelolaan biasanya merupakan hasil dari penerapan suatu sistem nilai.
Kesulitan dalam mengelola berbagai macam sumber, personil, usaha desain maupun
pengembangan akan semakin meningkat dengan membesarnya usaha dari sebuah
sekolah atau bagian kantor yang kecil menjadi kegiatan pembelajaran berskala
yang lebih besar atau dari nasional menjadi perusahaan multi-nasional dengan
skala global mendunia atau bertaraf internasional. Terlepas dari besarnya program
atau proyek Teknologi Pembelajaran yang ditangani, salah satu kunci
keberhasilan yang esensial adalah pengelolaan. Perubahan jarang terjadi hanya
pada tingkat pembelajaran yang mikro. Untuk menjamin keberhasilan dari tiap
intervensi pembelajaran, proses perubahan perilaku kognitif atau intelegensi
maupun afektif atau sikap harus terjadi secara bersamaan dengan perubahan pada
tingkat makro. Para manager program dan projek Teknologi Pembelajaran yang
mencari sumber tentang cara bagaimana merencanakan dan mengelola berbagai model
perubahan pada tingkat makro, pada umumnya akan mengalami kekecewaan. (Greer,
1992, Hannum dan Hansen, 1989, Romiszowski, 1981).
Dalam kawasan pengelolaan teknologi pendidikan ini ada empat
kategori di dalamnya yaitu : pengelolaan proyek, pengelolaan sumber,
pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi. Didalam setiap
subkategori tersebut ada tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan.
Organisasi harus dimantapkan, personil harus diangkat dan
disupervisi, pendanaan harus direncanakan dan dipertanggung jawabkan, dan
fasilitas yang ada harus dikembangkan serta dipelihara. Selain itu, harus ada
dua macam perencanaan yaitu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Untuk
mengontrol organisasi, pengelola harus menciptakan sebuah struktur yang
membantu dalam pengambilan keputusan (decision making) dan pemecahan masalah (problem solving).
Pengelola ini juga harus menjadi pemimpin memberikan motivator, arahan,
trainer, membina, memberi wewenang, dan mempunyai keterampilan berkomunikasi
yang baik (Prostano dan Prostano, 1987). Tugas dalam bidang personalia mencakup
perencanaan anggaran, justifikasi dan pemantauan, pertanggungjawaban dan
pembelian. Tanggung jawab akan fasilitas meliputi perencanaan, bimbingan serta
supervisi. Pengelola bertanggungjawab membuat rencana jangka panjang
(Caffrella, 1993).
1. Pengelolaan
Proyek
Ada beberapa hal yang termasuk dalam pengelolaan proyek
yaitu : perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan
pengembangan. Rithwell dan kazanas (1992) memberikan pendapat bahwa,
pengelolaan proyek berbeda dengan pengelolaan tradisional, yaitu organisasi
garis dan staff (line and staff management). Perbedaan ini dikarenakan beberapa
hal yaitu :
a. Staf proyek
mungkin baru, yaitu anggota tim untuk jangka pendek
b. Pengelola proyek
biasanya tidak memiliki wewenang jangka panjang atas orang karena sifat tugas
mereka hanya sementara
c. Pengelola proyek
mempunyai wewenang kendali dan fleksibilitas yang lebih luas dari yang biasa
terdapat pada organisasi garis dan staf.
Para pengelola proyek ini bertanggung jawab atas
perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian fungsi desain pembelajaran atau
jenis-jenis proyek yang lain yang telah dibuat sebelumnya oleh lembaga
pendidikan. Tugas lain yang harus mereka laksanakan diantaranya yaitu melakukan
negoisasi, menyusun anggaran, membentuk sistem pemantauan informasi, serta
menilai kemajuan dalam pelaksanaan proyek. Peran pengelolaan proyek biasanya
berhubungan dengan cara mengatasi ancaman proyek dan memberi saran perubahan
proyek kepada pihak intern.
2. Pengelolaan
Sumber
Beberapa hal yang mencakup dalam pengelolaan sumber yaitu :
perencanaan, pemantauan, dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan
sumber. Dalam pengelolaan sumber ini memiliki peranan yang sangat penting
artinya karena dalam pengelolaan ini tempat mengatur pengendalian seluruh
akses.
Pengertian sumber yang dikelola yaitu meliputi
personil/manusia, keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas (sarana dan
prasarana), dan sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran mencakup semua
teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan pengembangan. Efisiensi dalam
pembiayaan dan justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik
penting dari pengelolaan sumber.
3. Pengelolaan
Sistem Penyampaian
Pengelolaan sistem penyampaian dalam hal ini meliputi
perencanaan, pemantauan, pengendalian “cara bagaimana distribusi bahan
pembelajaran diorganisasikan…. Hal
tersebut merupakan suatu gabungan medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam
menyajikan informasi pembelajaran kepada pembelajar” (Ellington dan harris,
1986: 47).
Contoh pengelolaan seperti itu terdapat pada proyek belajar
jarak jauh di National Technological University dan Nova University.
Pengelolaan sistem penyampaian memberikan perhatian pada permasalahan produk
seperti persyaratan perangkat keras maupun perangkat lunak dan dukungan teknis
terhadap pengguna (user) maupun operator/server.
Selain itu, pengelolaan sistem penyampaian juga
memperhatikan masalah proses seperti pedoman bagi pembuat desain / designer dan
pelatih / instructor. Dari sekian banyak parameter ini keputusan yang diambil
harus berdasarkan melihat kesesuaian karakteristik teknologi dengan tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Keputusan tentang pengelolaan
sistem penyampaian ini sering tergantung pada sistem pengelolaan sumber.
4. Pengelolaan
Informasi
Dalam pengelolan informasi ada beberapa aspek di dalamnya
yaitu meliputi perencanaan, pemantauan
dan pengendalian cara penyampaian, pengiriman/pemindahan atau pemrosesan
informasi dalam rangka tersedianya sumber untuk kegiatan belajar. Cukup banyak
tumpang tindih terjadi antara penyimpanan, pengiriman/ pemindahan dan
pemrosesan karena fungsi yang satu sering diperlukan untuk melakukan fungsi
yang lain. Teknologi yang dijelaskan pada kawasan pengembangan merupakan metode
penyimpanan dan penyampaian. Penyampaian atau transfer informasi sering
dilakukan melalui teknologi terpadu.
“Pemrosesan adalah
pengubahan beberapa aspek informasi
(melalui program computer)…. agar lebih sesuai dengan tujuan tertentu
teruntuk memberikan akses dan keakraban pemakai. Pentingnya pengelolaan
informasi itu terletak pada potensinya untuk mengadakan revolusi kurikulum dan
penerapan desain pembelajaran. Dengan semakin berkembangnya ilmu maupun
industri pengetahuan diluar yang saat ini dapat diakomodasikan menunjukkan
bahwa hal ini merupakan bidang yang sangat penting bagi Teknologi Pembelajaran
di masa yang akan datang. Pengelolaan sistem penyimpanan informasi untuk tujuan
pembelajaran tetap akan menjadi sebuah komponen penting dari bidang Teknologi
Pembelajaran.
C. Kecenderungan
Dan Permasalahan
Kecenderungan terhadap peningkatan dan pengelolaan kualitas
dari dunia industri nampaknya akan menyebar ke dunia pendidikan. Jika demikian,
maka hal itu akan membawa dampak pada kawasan pengelolaan. Sintesa dari difusi
atau pemisahan inovasi, teknologi kinerja dan pengelolaan kualitas dapat
menjadi alat yang ampuh untuk perubahan organisasi. Mengurangi hal ini akan
menjadi tantangan bagi para pengelola untuk menggunakan sumber-sumber yang ada
sekarang secara lebih baik. Integrasi
antar sitem informasi dan pengelolaan akan berkembang dan berpengaruh
terhadap Teknologi Pembelajaran dalam pengertian bahwa pengambilan keputusan
pengelolaan akan menjadi semakin bergantung pada komputerisasi informasi.[3]
D. Penerapan
Kawasan Pengelolaan Teknologi pada Pendidikan Islam
Jika kita melihat perkembangan dalam dunia pendidikan saat
ini, maka kita memang melihat banyak perkembangan di dalamnya. Salah satunya
terlihat dari teknologi yang digunakan semakin bervariasi dan semakin canggih.
Tak dapat dipungkiri memang dengan semakin berkembangnya
zaman, maka teknologi yang digunakan pun akan semakin berkembang pula. Maka
pendidikan pun akan disandingkan dengan teknologi yang akan membantunya dalam
mencapai tujuan pendidikan. Begitu pula dalam pendidikan Islam. Ada beberapa
yang harus kita ketahui di dalam pendidikan Islam, sebelum kita sinergikan
dengan pengelolaan teknologi pendidikan.
Beberapa komponen yang harus ada dalam pendidikan Islam
diantaranya yaitu :[4]
1. Pendidikan
dalam arti mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia,
baik terhadap aktivitas jasmaninya, pikiran-pikirannya maupun terhadap
ketajaman dan kelembutan hati nuraninya.
2. Islam dalam
arti yang seluas-luasnya sebagai bahan utama dan materi yang amat luas untuk
diajarkan kepada semua manusia baik secara formal sebagai anak didik maupun
pandangan universal bahwa semua manusia adalah murid yang tidak berhenti untuk
belajar sepanjang kehidupannya.
3. Sumber ajaran
Islam yang termuat dalam Al Qur’an dan As-Sunah, ajaran-ajaran Ilahi yang
tertulis maupun yang tidak tertulis
serta suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang luar biasa sebagai Nabi dan Rasul
yang dijaga perilaku oleh Allah SWT
sehingga terhindar dari kesalahan.
Dari ketiga komponen tersebut, maka dalam pengelolaan
teknologi yang akan digunakan dalam penerapan pendidikan Islam, hendaknya tidak
menyimpang atau bahkan menghilangkan salah satu komponen di dalamnya. Maka,
pengelolaan teknologi dari meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan sumber,
pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi ini dalam prosesnya
wajib mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam pendidikan Islam.
Sehingga hasil dari pengelolaan teknologi tersebut akan bermanfaat bagi output
pendidikan yang berkualitas secara intelegensi dan spiritualnya.
BAB III
PENUTUP
Dari
pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kawasan pengelolaan teknologi
pendidikan yang meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan
sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi dalam penerapannya pada pendidikan
Islam harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam pendidikan
Islam terutama pengelolaan tersebut harus dari sumber yang baik, bermanfaat
bagi seluruh aspek lembaga pendidikan Islam dan tentunya akan melahirkan anak
didik yang berkualitas baik dari segi intelegensi dan spiritualnya sehingga
membawa kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama. 2008.
Yakub dan Vico Hisbanarto, 2014. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan,
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran
Definisi dan Kawasannya, (Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta,
1994), hlm. 57
Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka
Setia, 2009), hlm. 14
[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama, 2008), hlm. 1422
[2] Yakub dan Vico Hisbanarto, Sistem Informasi Manajemen
Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm. 143
[3] Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi
Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, (Jakarta: Unit Percetakan Universitas
Negeri Jakarta, 1994), hlm. 57
[4] Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung:
Pustaka Setia, 2009), hlm. 14
Diposting oleh Linda Hubbi Walidain di 00.08 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest
Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Mengenai Saya
Linda Hubbi Walidain
Lihat profil lengkapku
Arsip Blog
▼ 2016 (1)
▼ Juni (1)
MATERI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar