Minggu, 22 Maret 2020

MAKALAH MATERI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM



MAKALAH
MATERI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

 Disusun guna memenuhi tugas:
TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Dosen pengampu: Dr. H.MALIK, MA
Oleh : Supriyo










PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2018

BAB I
PENDAHULUAN
Manusia terlahir ke dunia ini dibekali oleh Tuhan dengan akal dan pikirannya sebagai cara untuk mempertahankan hidupnya. Pun demikian lahirnya teknologi-teknologi dari yang awalnya hanya berwujud teknologi yang sederhana, kini semakin berkembang dan semakin canggih pula diciptakan manusia dengan memberikan kemudahan-kemudahan sehingga semua aktivitas manusia dapat tercapai dengan mudah pula.
Begitu pula dengan dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Jika kita melihat bagaimana histori teknologi dari zaman ke zaman mengalami berbagai perubahan dan peningkatan. Terlebih dari pengelolaan teknologi tersebut. Bermula dari desain yang sederhana akan dikelola dengan baik yang kemudian akan menciptakan sebuah teknologi yang bermanfaat bagi duni pendidikan.
Pendidikan Islam yang dulu diajarkan melalui teknologi yang sederhana misalnya dengan menggunakan lembaran kulit pohon, di batu, atau dengan dedaunan, maka kini telah mencapai teknologi yang canggih yang bermanfaat bagi berlangsungnya pendidikan Islam. Hal ini bukanlah sebuah tahapan yang mudah dan cepat, namun melalui proses panjang dalam perkembangan teknologi. Dalam makalah ini akan membahas tentang salah satu kawasan teknologi yaitu kawasan pengelolaan teknologi pendidikan dan bagaimana penerapannya pada pendidikan Islam.












BAB II
PEMBAHASAN

A.    Teknologi Pendidikan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.[1]
Nasution mendefinisikan teknologi artinya penerapan ilmu-ilmu dasar yang memecahkan masalah guna mencapai suatu tujuan tertentu. Menurut pendapat kami, teknologi merupakan segala sesuatu yang memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
Sementara dalam AECT (Association of Education and Communication Technology) 2004, mendefinisikan sebagai berikut, “Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources”, yakni teknologi pendidikan adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan atau memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Intinya bahwa segala cara dalam memafasilitasi berlangsungnya pendidikan yang bertujuan untuk mencapai pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan bagi siswa yang nantinya akan melahirkan output pendidikan yang berkualitas.

B. Kawasan Pengelolaan Teknologi Pendidikan
Konsep pengelolaan merupakan bagian integral yang tidak bisa dipisahkan dalam bidang Teknologi Pembelajaran dan dari peran kebanyakan para teknolog pembelajaran. Tiap ahli dalam bidang teknologi memang dituntut untuk memberikan pelayanan pengelolaan dalam bidangnya. Seorang teknolog pembelajaran mungkin terlibat dalam usaha pengelolaan proyek pengembangan pembelajaran atau pengelolaan pusat media sekolah. Tujuan yang ingin dicapai dari pengelolaan kasus demi kasus dapat sangat beragam, namun keterampilan pengelolaan yang mendasarinya relatif sama apapun kasusnya.
Banyak teknolog pembelajaran memegang jabatan yang memerlukan kompetensi dalam fungsi pengelolaan. Misalnya, seorang direktur pusat sumber belajar pada sebuah universitas. Direktur tersebut bertanggung jawab atas keseluruhan program sumber belajar termasuk tujuan, organisasi, staf, keuangan, fasilitas, dan peralatan yang ada di dalam universitas tersebut. Begitu pula dengan misalnya kepala sekolah maupun pemimpin lembaga pendidikan lainnya juga harus berkompeten dalam pengelolaan teknologi pendidikan.
 Orang yang lain-lain mungkin bertugas sebagai ahli media pada sebuah sekolah dasar. Orang ini bertanggung jawab atas keseluruhan program pusat media tersebut. Program-program yang dilakukan oleh mereka itu dapat sangat berbeda, akan tetapi keterampilan dasar yang diperlukan untuk mengelola program tersebut tetap sama. Keterampilan yang dimaksud meliputi pengorganisasian program, supervise personil, perencanaan, pengadministrasian dana dan fasilitas, serta pelaksanaan perubaahan. Walaupun tiap penulis menggunakan istilah yang agak berbeda, jenis-jenis pengelolaan ini dijelaskan dalam buku Chisholm dan Ely (1976), Prostano dan Prostano (1987), dan Bleck dan Wiman (1989).
Kawasan pengelolaan awalnya berasal dari administrasi pusat media, program media dan pelayanan media. Pembaruan perpustakaan dengan program media membuahkan pusat dan ahli perpustakaan media sekolah. Program-program media sekolah ini menggabungkan bahan cetak dan non-cetak sehingga timbul peningkatan penggunaan sumber-sumber teknologikal dalam kurikulum. Pada tahun 1976 Chisholm dan ely menulis buku Media Personnel in Education. A Competency Approach yang isinya memberikan penekanan bahwa administrasi program media memegang peran sentral atau peranan yang penting dalam membagi khasanah teknologi pembelajaran. Definisi AECT tahun 1977 membagi fungsi pengelolaan dalam pengelolaan organisasi dan pengelolaan personel, seperti halnya yang dilakukan oleh para administrator dari program dan pusat media.
Dengan semakin rumitnya praktek dalam bidang ini, teori pengelolaan umum mulai diterapkan dan diadaptasi. Teori pengelolaan proyek digunakan, khususnya dalam proyek desain pembelajaran, karena semakin diperlukan dalam praktek pengelolaan. Teknik atau cara untuk mengelola proyek-proyek ini harus dikembangkan atau dipinjam dari bidang lain. Tiap pengembangan baru memerlukan cara pengelolaan yang baru pula. Keberhasilan yang dicapai pada sistem belajar jarak jauh itu tergantung pengelolaannya, karena lokasinya yang menyebar. Dengan lahirnya teknologi baru, dimungkinkan tersedianya cara baru untuk mendapatkan informasi. Hal ini akan berakibat pada pengetahuan tentang pengelolaan informasi menjadi sangat potensial atau memiliki banyak kesempatan yang luas dalam mengelola teknologi yang lebih inovatif. Pendidikan jarak jauh dapat dilakukan dalam beberapa cara diantaranya yaitu :[2]
1.     Single Mode, yaitu bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan hanya jarak jauh saja.
2.     Dual Mode, yaitu bentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan dengan dua cara, yaitu secara tatap muka dan juga jarak jauh.
3.     Konsorsium, yaitu terpusat bentuk penyelenggaraan pendidikan jarak jauh yang bekerjasama dengan lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional maupun internasional.

Suatu landasan teoritis dari pengelolaan informasi terlahir dari disiplin ilmu informasi. Landasan lain yang muncul dari praktek berasal dari teknologi terpadu kawasan pengembangan, dan dari ilmu untuk desain pembelajaran, khususnya dalam pengembangan dan penerapan kurikulum dan pembelajaran yang telah dirancang sendiri.
Pengelolaan meliputi pengendalian teknologi pembelajaran melalui perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan supervise. Pengelolaan biasanya merupakan hasil dari penerapan suatu sistem nilai. Kesulitan dalam mengelola berbagai macam sumber, personil, usaha desain maupun pengembangan akan semakin meningkat dengan membesarnya usaha dari sebuah sekolah atau bagian kantor yang kecil menjadi kegiatan pembelajaran berskala yang lebih besar atau dari nasional menjadi perusahaan multi-nasional dengan skala global mendunia atau bertaraf internasional. Terlepas dari besarnya program atau proyek Teknologi Pembelajaran yang ditangani, salah satu kunci keberhasilan yang esensial adalah pengelolaan. Perubahan jarang terjadi hanya pada tingkat pembelajaran yang mikro. Untuk menjamin keberhasilan dari tiap intervensi pembelajaran, proses perubahan perilaku kognitif atau intelegensi maupun afektif atau sikap harus terjadi secara bersamaan dengan perubahan pada tingkat makro. Para manager program dan projek Teknologi Pembelajaran yang mencari sumber tentang cara bagaimana merencanakan dan mengelola berbagai model perubahan pada tingkat makro, pada umumnya akan mengalami kekecewaan. (Greer, 1992, Hannum dan Hansen, 1989, Romiszowski, 1981).
Dalam kawasan pengelolaan teknologi pendidikan ini ada empat kategori di dalamnya yaitu : pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem penyampaian dan pengelolaan informasi. Didalam setiap subkategori tersebut ada tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan.
Organisasi harus dimantapkan, personil harus diangkat dan disupervisi, pendanaan harus direncanakan dan dipertanggung jawabkan, dan fasilitas yang ada harus dikembangkan serta dipelihara. Selain itu, harus ada dua macam perencanaan yaitu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Untuk mengontrol organisasi, pengelola harus menciptakan sebuah struktur yang membantu dalam pengambilan keputusan (decision making)  dan pemecahan masalah (problem solving). Pengelola ini juga harus menjadi pemimpin memberikan motivator, arahan, trainer, membina, memberi wewenang, dan mempunyai keterampilan berkomunikasi yang baik (Prostano dan Prostano, 1987). Tugas dalam bidang personalia mencakup perencanaan anggaran, justifikasi dan pemantauan, pertanggungjawaban dan pembelian. Tanggung jawab akan fasilitas meliputi perencanaan, bimbingan serta supervisi. Pengelola bertanggungjawab membuat rencana jangka panjang (Caffrella, 1993).

1.   Pengelolaan Proyek
Ada beberapa hal yang termasuk dalam pengelolaan proyek yaitu : perencanaan, monitoring, dan pengendalian proyek desain dan pengembangan. Rithwell dan kazanas (1992) memberikan pendapat bahwa, pengelolaan proyek berbeda dengan pengelolaan tradisional, yaitu organisasi garis dan staff (line and staff management). Perbedaan ini dikarenakan beberapa hal yaitu :
a.    Staf proyek mungkin baru, yaitu anggota tim untuk jangka pendek
b.    Pengelola proyek biasanya tidak memiliki wewenang jangka panjang atas orang karena sifat tugas mereka hanya sementara
c.    Pengelola proyek mempunyai wewenang kendali dan fleksibilitas yang lebih luas dari yang biasa terdapat pada organisasi garis dan staf.
Para pengelola proyek ini bertanggung jawab atas perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian fungsi desain pembelajaran atau jenis-jenis proyek yang lain yang telah dibuat sebelumnya oleh lembaga pendidikan. Tugas lain yang harus mereka laksanakan diantaranya yaitu melakukan negoisasi, menyusun anggaran, membentuk sistem pemantauan informasi, serta menilai kemajuan dalam pelaksanaan proyek. Peran pengelolaan proyek biasanya berhubungan dengan cara mengatasi ancaman proyek dan memberi saran perubahan proyek kepada pihak intern.


2.   Pengelolaan Sumber
Beberapa hal yang mencakup dalam pengelolaan sumber yaitu : perencanaan, pemantauan, dan pengendalian sistem pendukung dan pelayanan sumber. Dalam pengelolaan sumber ini memiliki peranan yang sangat penting artinya karena dalam pengelolaan ini tempat mengatur pengendalian seluruh akses.
Pengertian sumber yang dikelola yaitu meliputi personil/manusia, keuangan, bahan baku, waktu, fasilitas (sarana dan prasarana), dan sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran mencakup semua teknologi yang telah dijelaskan pada kawasan pengembangan. Efisiensi dalam pembiayaan dan justifikasi belajar yang efektif merupakan dua karakteristik penting dari pengelolaan sumber.

3.   Pengelolaan Sistem Penyampaian
Pengelolaan sistem penyampaian dalam hal ini meliputi perencanaan, pemantauan, pengendalian “cara bagaimana distribusi bahan pembelajaran diorganisasikan….  Hal tersebut merupakan suatu gabungan medium dan cara penggunaan yang dipakai dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada pembelajar” (Ellington dan harris, 1986: 47).
Contoh pengelolaan seperti itu terdapat pada proyek belajar jarak jauh di National Technological University dan Nova University. Pengelolaan sistem penyampaian memberikan perhatian pada permasalahan produk seperti persyaratan perangkat keras maupun perangkat lunak dan dukungan teknis terhadap pengguna (user) maupun operator/server.
Selain itu, pengelolaan sistem penyampaian juga memperhatikan masalah proses seperti pedoman bagi pembuat desain / designer dan pelatih / instructor. Dari sekian banyak parameter ini keputusan yang diambil harus berdasarkan melihat kesesuaian karakteristik teknologi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Keputusan tentang pengelolaan sistem penyampaian ini sering tergantung pada sistem pengelolaan sumber.

4.   Pengelolaan Informasi
Dalam pengelolan informasi ada beberapa aspek di dalamnya yaitu  meliputi perencanaan, pemantauan dan pengendalian cara penyampaian, pengiriman/pemindahan atau pemrosesan informasi dalam rangka tersedianya sumber untuk kegiatan belajar. Cukup banyak tumpang tindih terjadi antara penyimpanan, pengiriman/ pemindahan dan pemrosesan karena fungsi yang satu sering diperlukan untuk melakukan fungsi yang lain. Teknologi yang dijelaskan pada kawasan pengembangan merupakan metode penyimpanan dan penyampaian. Penyampaian atau transfer informasi sering dilakukan melalui teknologi terpadu.
 “Pemrosesan adalah pengubahan beberapa aspek informasi  (melalui program computer)…. agar lebih sesuai dengan tujuan tertentu teruntuk memberikan akses dan keakraban pemakai. Pentingnya pengelolaan informasi itu terletak pada potensinya untuk mengadakan revolusi kurikulum dan penerapan desain pembelajaran. Dengan semakin berkembangnya ilmu maupun industri pengetahuan diluar yang saat ini dapat diakomodasikan menunjukkan bahwa hal ini merupakan bidang yang sangat penting bagi Teknologi Pembelajaran di masa yang akan datang. Pengelolaan sistem penyimpanan informasi untuk tujuan pembelajaran tetap akan menjadi sebuah komponen penting dari bidang Teknologi Pembelajaran.

C.    Kecenderungan Dan Permasalahan
Kecenderungan terhadap peningkatan dan pengelolaan kualitas dari dunia industri nampaknya akan menyebar ke dunia pendidikan. Jika demikian, maka hal itu akan membawa dampak pada kawasan pengelolaan. Sintesa dari difusi atau pemisahan inovasi, teknologi kinerja dan pengelolaan kualitas dapat menjadi alat yang ampuh untuk perubahan organisasi. Mengurangi hal ini akan menjadi tantangan bagi para pengelola untuk menggunakan sumber-sumber yang ada sekarang secara lebih baik. Integrasi  antar sitem informasi dan pengelolaan akan berkembang dan berpengaruh terhadap Teknologi Pembelajaran dalam pengertian bahwa pengambilan keputusan pengelolaan akan menjadi semakin bergantung pada komputerisasi informasi.[3]

D.    Penerapan Kawasan Pengelolaan Teknologi pada Pendidikan Islam
Jika kita melihat perkembangan dalam dunia pendidikan saat ini, maka kita memang melihat banyak perkembangan di dalamnya. Salah satunya terlihat dari teknologi yang digunakan semakin bervariasi dan semakin canggih.
Tak dapat dipungkiri memang dengan semakin berkembangnya zaman, maka teknologi yang digunakan pun akan semakin berkembang pula. Maka pendidikan pun akan disandingkan dengan teknologi yang akan membantunya dalam mencapai tujuan pendidikan. Begitu pula dalam pendidikan Islam. Ada beberapa yang harus kita ketahui di dalam pendidikan Islam, sebelum kita sinergikan dengan pengelolaan teknologi pendidikan.
Beberapa komponen yang harus ada dalam pendidikan Islam diantaranya yaitu :[4]
1.     Pendidikan dalam arti mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaninya, pikiran-pikirannya maupun terhadap ketajaman dan kelembutan hati nuraninya.
2.     Islam dalam arti yang seluas-luasnya sebagai bahan utama dan materi yang amat luas untuk diajarkan kepada semua manusia baik secara formal sebagai anak didik maupun pandangan universal bahwa semua manusia adalah murid yang tidak berhenti untuk belajar sepanjang kehidupannya.
3.     Sumber ajaran Islam yang termuat dalam Al Qur’an dan As-Sunah, ajaran-ajaran Ilahi yang tertulis maupun  yang tidak tertulis serta suri tauladan Nabi Muhammad SAW yang luar biasa sebagai Nabi dan Rasul yang dijaga perilaku oleh Allah SWT  sehingga terhindar dari kesalahan.

Dari ketiga komponen tersebut, maka dalam pengelolaan teknologi yang akan digunakan dalam penerapan pendidikan Islam, hendaknya tidak menyimpang atau bahkan menghilangkan salah satu komponen di dalamnya. Maka, pengelolaan teknologi dari meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi ini dalam prosesnya wajib mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam pendidikan Islam. Sehingga hasil dari pengelolaan teknologi tersebut akan bermanfaat bagi output pendidikan yang berkualitas secara intelegensi dan spiritualnya.


















BAB III
PENUTUP

          Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kawasan pengelolaan teknologi pendidikan yang meliputi pengelolaan proyek, pengelolaan sumber, pengelolaan sistem penyampaian, dan pengelolaan informasi dalam penerapannya pada pendidikan Islam harus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam pendidikan Islam terutama pengelolaan tersebut harus dari sumber yang baik, bermanfaat bagi seluruh aspek lembaga pendidikan Islam dan tentunya akan melahirkan anak didik yang berkualitas baik dari segi intelegensi dan spiritualnya sehingga membawa kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat.



DAFTAR PUSTAKA
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2008.
Yakub dan Vico Hisbanarto, 2014. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, (Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta, 1994), hlm. 57
Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), hlm. 14


[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008), hlm. 1422
[2] Yakub dan Vico Hisbanarto, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm. 143
[3] Barbara B. Seels dan Rita C. Richey, Teknologi Pembelajaran Definisi dan Kawasannya, (Jakarta: Unit Percetakan Universitas Negeri Jakarta, 1994), hlm. 57
[4] Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2009), hlm. 14
Diposting oleh Linda Hubbi Walidain di 00.08 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Mengenai Saya
Linda Hubbi Walidain
Lihat profil lengkapku
Arsip Blog
  2016 (1)
  Juni (1)
MATERI TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar