MAKALAH
PENDIDIKAN BERBASIS INTERNET (PELUANG DAN
TANTANGANNYA)
Disusun guna
memenuhi tugas:
TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Dosen pengampu:
Dr. H. AMIR MALIKI, MA
Oleh : SUPRIYO NIM : 6116019
NASTAIN NIM : 6117001

PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.
PENDAHULUN
Perkembangan zaman tidak lepas dari teknologi. Bahkan dalam kehidupan
modern semuaaspek kehidupan mengarah pada kemajuan teknologi. Revolusi
teknologi masa kini mengalami perkembanhan yang sangat pesat, khususnya
komputer dan internet yang terus melesat melampaui sekat ruang yang ada.
Perkembangan keduanya seakan membentuk dunia tersendiri yang memiliki system
kehidupan dengan tiada terbatas. Akses computer dan internet hamper pasti bisa
dinikmati oleh siapapun dan di manapun. Perkembangan keduanya juga merupakan
merupakan tantangan dan sekaligus peluang pengembangan pendidikan di abad 21.
Siapa yang dapat mengakses dan memanfaatkannya secara benar, maka merekalah yang
berjaya, dan siapa yang mengakses dan tidak mampu memberdayakannya secara
benar, maka akan tergilas. Saat ini, teknologi informasi telah mengubah proses
berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya dan dunia
pada umumnya. Kita semua saat ini dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang
berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi
menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan. Mendayagunakan
teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berbagai penelitian baik di dalam
maupun di luar negeri menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang dikemas
dalam bentuk media berbasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat
meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan masih nasional masih jauh dari
perkembangan teknologi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya,
seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. Pendidikan Nasionel masih merancang untuk
berbasis internet. Hal ini juga terdapat dalam pendidikan Islam. Tidak salah
jika saat ini pendidikan islam masih sangat jauh dari perkembangan teknologi,
terutama internet, walaupun ada beberapa lembaga sekolah yang jauh lebih maju
dari pada pendidikan di sekolah umum.
Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan ruang lingkup
teknologi pendidikan. Sejalan dengan berkembangnya inovasi bidang teknologi.
Pembel`jaran dapat terakses ke internet. Pembelajaran seperti ini disebut
pembelajaran berbasis web (online learning) atau biasa dikenal dengan
e-learning. System e-learning merupakan bentuk implementasi pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Pemanfaatan teknologi tersebut selain sebagai upaya mengatasi
permasalahan teknis pembelajaran, juga sebagai upaya untuk menjawab masalah
substansial pembelajaran yang dituntut dalam perubahan paradigma pembelajaran.
Perubahan paradigma tersebut yakni pengembangan diri peserta didik secara
mandiri serta tuntutan kretifitas dan dinamika ilmu pengetahuan. Melalui
kegiatan e-learning peserta didik dapat berkomunikasi dengan gurunya atau
diantara peserta didik sendiri kapan saja dan dimana saja.
Pendayagunakan internet dalam proses pendidikan islam merupakan salah
satu cara untuk pengembangan pendidikan islam. Yang mana internet diharapkan
dapat membantu mempercepat perkembangan pendidikan. Pendidikan yang lebih maju
dan berkualitas.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apakah
Pengertian Internet ?
2.
Bagaimana Tantangan
Pendidikan berbasis Internet ?
3.
Bagaimana PeluangPendidikan
berbasis Internet ?
4.
Kelebihan dan
Kekurangan Pendidikan Berbasis Internet ?
C.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui pengertian Internet
2.
Untuk
mengetahui bagaimana peluang pendidikan berbasis Internet
3.
Untuk
mengetahui bagaimana tantangan pendidikan berbasisi Internet
4.
Untuk
mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan pendidikan berbasis Internet
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Internet
Diera globalisasi, negara-negara diberbagai belahan
dunia sudah tidak ada lagi batas dalam mempeeroleh informasi. Dalam waktu yang
sama di tempat berbeda dengan jarak yang jauh sekalipun orang saling bertukar
informasi dana berkomunikasi. Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya
dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi dunia pendidikan juga ikut merasakan
manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa menfaatnya dengan
hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media
transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat
memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan
dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat,
dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat
lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet
dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Internet yang merupakan kepanjangan dari
interconnected networks bisa didefinisikan sebagai network komputer tiada batas
yang menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya
serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru
dunia, dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi
serta fasilitas layanan internet browsing atau surfing.1
Pengertian internet itu sendiri adalah jaringan (Network) komputer
terbesar di dunia. Jaringan berarti kelompok komputer yang dihubungkan bersama,
sehingga dapat berbagi pakai informasi dan sumber daya.[1]
Internet
adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap
pemakai dapat berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan
perpustakaan global, maka pemakai dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar.[2]
Internet merupakan
suatu jaringan computer yang saling terkoneksi dengan jaringan computer lainnya
ke seluruh penjuru dunia. Yang mana Internet atau international net working
adalah salah satu turunan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Internet memiliki karakteristik
menjadi media yang menghubungkan masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk
saling berkomunikasi satu sama lain. Dari sisi teknis jaringan teknologi dari
jutaan computer tersebut berimplikasi luas pada berbagai kepentingan
pengembangan wawasan peserta didik. Peradaban internet telah membuka pintu
untuk lahirnya perpustakaan dunia dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang
tinggi. Selain itu, sarana e-mail atau electronic mail yang secara teknis mulai
digulirkan tahun 1985 yang mendorong komunitas pendidikan untuk memanfaatkan
terjalinnya komunikasi antara peserta didik dengan sesamanya maupun antara
peserta didik dengan tenaga pendidik.
Pemanfaatan internet
sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri.
Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakan, museum,
data base dan mendapat sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah,
biografi, rekaman, laporan, dan data statistic
Pemanfaatan internet
sebagai media pembelajaran memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut:
1. Dimungkinkan
terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya
tampung yang tidak terbatas karena tidak memperlukan ruang kelas
2. Proses pembelajaran tidak terbatas
oleh waktu seperti halnya tatap muka
3. Pembelajaran
dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan
masing-masing
4.
Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa
5.
Adanya ke akuratan dan kekinian materi pembelajaran
Pembelajaran dapat di
lakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa, dan memungkinkan pihak
berkepentingan( orang tua siswa, maupun guru) dapat turut serta menyukseskan
proses pembelajaran , dengan cara mengecek tugas-tugas yang di kerjakan secara
online.[3]
Ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan agar pemanfaatan internet dalam pembelajaran dapat berhasil
secara efektif dan efisien, yaitu:[4]
1. Factor lingkungan, meliputi: institusi
penyelenggara pendidikan dan masyarakat.
2. Peserta didik, meliputi: usia, latar belakang,
budaya, penguasaan bahasa dan berbagai gaya belajarnya
3. Pendidik, meliputi: latar belakang, usia, gaya
mengajar, pengalaman dan personalnya.
4. Factor teknologi, meliputi: computer,
perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan yang
dibutuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan sekolah.
Internet sesungguhnya hanya berfungsi
sebagai media dalam suatu sistem pembelajaran.Aplikasi internet sebagai media
dalam proses pendidikan dapat dilaksanakan melalui banyak cara diantaranya
adalah sebagai berikut :
1.
E-Learning
E- Learning atau pembelajaran melalui
online adalah pembelajaran yang pelaksanaanya didukung oleh jasa teknologi
seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer. Seperti
Kursus atau pendidikan dengan media pembelajaran jarak jauh (distance learning)
dancyber classroom.
2. E-Library
Merupakan perpustakaan online yang
berisikan 800 milyar informasi tentang ilmu pengetahuan dll.
3. Virtual University
Merupakan aplikasi dari proses
pendidikan jarak jauh, dimana virtual university merupakan salahsatu kemudahan
yang diberikan layananinternet bagi pembelajar yang mengalami kesulitan dalam
hal waktu tatap muka langsung, dan tentunya dalam prosesnya tidak mengurangi
kualitas dari pendidikan tersebut.
4.
EdukasiNet
Merupakan situs pembelajaran berbasis
internet; artikel, rancangan pengajaran, bahan ajar, proyek pendidikan,
kurikulum, tutor, pusat sebaran dan penerbitan, forum diskusi,
Interactiveschool magazine, video teleconference (kelompok diskusi berpusat di
Global School Network).
Ada beberapa aplikasi standar internet
yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pendidikan, yaitu:[5]
1. E-mail,
merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih untuk melakukan
komunikasi yang bersifat asynchronous atau tidak bersifat rile time.
2. Mailing list
(mills) merupakan perluasan penggunaan e-mail, melalui milis ini bisa dilakukan
diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan, dengan saling memberikan saran
pemecahan (brain stroming).
3. File Transfer
Protocol (FTP) adalah fasilitas internet yang memberikan kemudahan kepada
pengguna untuk mencari dan mengambil arsip file(download) di suatu server yang
terhubung ke internet pada alamat tertentu yang menyediakan berbagai file.
4. News group dalam internet adalah fasilitas
untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam
waktu yang sama (real time) .fasilitas yang digunakan bisa sepenuhnya
multimedia (audio-visual) dengan mengguankan fasilitas video konfrencing,
ataupun tex saja atau tex dan audio dengan menggunakan fasilitas chat (IRC)
5. World Wide
Web (www), merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi
yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut
dikembangkan dalam formathypertext dan hypermedia, dengan menggunakan Hypertext
Markup Language (HTML) yang memungkinkan terjadinya koneksi dokumen yang satu
dengan yang lain atau bagian dari dokumen yang satu dengan bagian dokumen yang
lainnya, baik dalam bentuk teks, visual dan lain-lainnya. World Wide Web,
bersifat multimedia karena merupakan kombinasi dari teks, foto, grafika, audio,
animasi dan video.#
6. Internet Voice juga dikenal dengan
Voice-over-Internet-Protocol (VoIP) merupakan jenis teknologi yang memungkinkan
seseorang melakukan panggilan telepon menggunakan koneksi Internet berkecepatan
tinggi dibanding menggunakan sambungan telepon biasa.# Internet Voice sangat
tepat digunakan dalam penyampaian presentasi yang panjang karena dapat mencakup
sejumlah besar materi pelajaran dan mencakup sejumlah besar audiens dengan
biaya yang sangat minim.
7. Internet
Relay Chat (IRC) merupakan sistim komunikasi mirip sistim komunikasi Orari yang
memungkinkan seseorang melakukan percakapan di Internet dalam bentuk teks.
Percakapan bisa dilakukan oleh banyak pihak, beberapa, puluhan dan bahkan
ratusan orang pada saat bersamaan. Di sistem IRC ini, untuk tempat percakapan
dibuat sendiri semacam ruang secara virtual yang biasa disebut Channel. Dalam
perkembangannya, IRC sudah tidak lagi hanya dalam bentuk teks, namun juga bisa
menggabungkan suara ataupun video dalam percakapannya.# IRC sangat potensial
digunakan agar para apelajar bisa berdebat, berdiskusi, bahkan berbincang
secara tak terbatas.
2. Tantangan
Pendidikan Berbasis Internet
Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dan
disiasati untuk pendidikan berbasis internet. Tantangan tersebut akan datang
dari luar maupun dari dalam lingkungan pemerintahan diantaranya:
1.
Kebijakan
Depdiknas tentang pendayagunaan ICT untuk pendidikan. Yang mana kebijakan pemerintah
tentang pendayagunaan ICT ini sifatnya masih di atas kertas, artinya belum
diikuti dengan tindakan yang sungguh-sungguh oleh seluruh unsure pemerintah
untuk melaksanakannya.[6]
Menghadapi tantangan yang cukup berat seperti ini diperlukan kerja sama
dan kemauan yang kuat dari semua pihak, baik dalam lingkungan Depdiknas yang
tentu saja amat sangat berkepentingan, maupun pihak-pihak lain seperti
lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, penyedia jasa sambungan internet,
pengembang software, dan terlebih lagi masyarakat
2.
Masalah
infrastruktur. Tidak bisa dipungkiri masalah infrastruktur merupakan aspek yang
tidak kalah pentingnya dalam menunjang keberhasilan pendayagunaan ICT untuk
pendidikan. Secara khusus sebenarnya pemerintah telah mencanangkan pengembangan
infra struktur ICT yang diberi nama Nusantara . Yang diharapkan seluruh daerah
di Indonesia akan mendapatkan layanan akses informasi yang memadai. Namun
dengan munculnya krisis ekonomi pada akhir tahun 1997, menyebabkan program nusantara
terhenti.[7]
3.
Kesadaran
masyarakat , baik masyarakat pendidikan dalam pemanfaatan internet. Tidak dapat
dipungkiri bahwa pada saat ini sebagian besar masyarakat pendidikan di
Indonesia belum sepenuhnya memiliki kesadaran terhadap pemanfaatan penggunaan
internet untuk pendidikan, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya
kesadaran akan manfaat internet.
4.
Ketersediaannya
tenaga yang menguasai ICT. Karena apabila kita akan mendayagunakan ICT terutama
di sekolah-sekolah melalui pemanfaatan internet dalam proses pendidikan, selain
perlu menyediakan sarana dan prasarana, sekolah juga harus menyediakan SDM yang
akan merangcang, mengembangkan, mengoprasikan, dan merawat sarana dan prasarana
tersebut.
3. Peluang
Pendidikan Berbasis Internet
Selain
berbagai tantangan bagi keberhasilan pendayagunaan internet dalam proses
pendidikan, masih terdapat beberapa peluang yang memicu rasa optimism bagi
prospek keberhasilan pemanfaatan internet dalam proses pendidikan sebagai salah
satu wujud pendayagunaan ICT untuk pendidikan. Beberapa peluang tersebut antara
lain adalah sebagai berikut:
1.
Perkembangan
jaringan sekolah.
Mulai tahun
2002 Dikmenjur mengembangkan jaringan sekolah yang berbasis Wide Area Network
yang kemudian diberi nama WAN kota. Program ini dikembangkan untuk memberdayakan
dan mengintegrasikan sekolah yang berada di satu kabupaten/kota dengan
pengembangan nikabel (wireless). Selain itu juga telah dibentuk berbagai
jaringan sekolah yang diprakarsai oleh berbagai kalangan pemerintah maupun
kalangan nonpemerintah seperti sekolah online, pendidikan net, dan lain-lain.
2.
Campur tangan
pemerintah dalam rangka otonomi Daerah
Tugas
pemerintah daerah adalah memperhatikan berbagai hal yang berkenaan dengan
pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk pendidikan dalam rangka otonomi
daerah dan otonomi pendidikan
4. Kelebihan
dan Kekurangan Pendidikan Berbasis Internet
1.
Kelebihan
1. Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat
luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara.
2. Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia
maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita
dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam
sehari dan 7 hari seminggu.
3. Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan
mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal
mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar
monitor komputer kita.
4. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti
fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang
dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online,
dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti
ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
5. Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat
mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
6. Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran
informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs
yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau
mencetak informasi yang kita butuhkan.
2.
Kekurangan
1.Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak
semuanya kita butuhkan.
2.Internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link
menuju situs tertentu yang terkadang membuat kita menggoda untuk mengkliknya
yang justeru membuat pencarian informasi kita terbengkalai dan lepas kendali.
3. Salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu
adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui email
maupun melalui file-file yang kita unduh.
BAB III
PENUTUP
Internet atau international net working adalah salah satu turunan
teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga
Kependidikan (LPTK). Internet memiliki karakteristik menjadi media yang menghubungkan
masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk saling berkomunikasi satu sama
lain. Ada beberapa aplikasi standar internet yang dapat dipergunakan untuk
kepentingan pendidikan, yaitu:E-mail, Mailing list (mills) File Transfer
Protocol (FTP) News group, World Wide Web (www), Internet Voice juga dikenal
dengan Voice-over-Internet-Protocol (VoIP), dan Internet Relay Chat (IRC).
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses
pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi
terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara pendidik dengan peserta
didik sebagaimana yang disyaratkan dalam proses pembelajaran. Terutama yang
berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan.
Pembelajaran berbasis internet (On-line Learning) biasa dinamakan dengan
istilah E-Learning. System E-Learning merupakan bentuk implementasi
pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ada beberapa
syarat yang harus ada dalam kegiatan belajar elektronik (e-learning) , yaitu:
Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (internet, LAN,
WAN), tersedianya dukungan layanan belajaryang dapat dimanfaatkan oleh peserta
didik, misalnya CD-ROM atau bahan cetak, dan tersedianya dukungan layanan tutor
yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan.
Dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang konvensional atau
tradisional, e-learning memang memiliki beberapa kelebihan diantaranya: dapat
mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih murah, Ekonomis
(dalam kasus tertentu), e-learning mempermudah interaksi antara peserta didik
dengan bahan/ materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning
juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik , antara lain
dapat disebutkan sbb: Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan
antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya
values dalam proses belajar dan mengajar; Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek
bisnis/komersial; Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan
daripada pendidikan; Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik
pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran
yang menggunakan ICT; Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi
cenderung gagal; Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini
berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer);
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet;
dan Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Dalam rangka pengembangan pendidikan islam pendidikan Islam perlu terus
merespon perubahan dan perkembangan sosial, melakukan inovasi dan pemberdayaan,
membentuk jaringan secara kuat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.
Salah satunya dengan cara mendayagunakan internet dalam proses pendidikan
islam. Yang mana internet diharapkan dapat membantu mempercepat perkembangan
pendidikan. Pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.
DAFTAR
PURTAKA
Cepi
Riyana, Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi,
(Jakarta:PT RajaGrafindo Persada ,2012), hlm. 277
http://ardansirodjuddin.blogspot.com/2007/09/pendidikan-berbasis-jaringan-komputer.html, diakses
25 September 2012
http://ardansirodjuddin.wordpress.com/,diakses
24 September 2012
G, Ananda Setyo, Anti Kaget Internet, (Jakarta: Creative
Media), 2006.
Prawiradilaga,
Dewi
Shirky, Internet lewat E-mail. (Jakarta: PT.
Alex Media Komputindo. , C.1995)
Sidharta, Internet: Informasi Bebas Hambatan ( Jakarta: PT Alex Media Komputindo. 1996)
Sidharta, Internet: Informasi Bebas Hambatan ( Jakarta: PT Alex Media Komputindo. 1996)
[3]Cepi Riyana, Pembelajaran
berbasis teknologi informasi dan komunikasi, (Jakarta:PT RajaGrafindo
Persada 2012), hlm. 277
[4]http://ardansirodjuddin.blogspot.com/2007/09/pendidikan-berbasis-jaringan-komputer.html, diakses
25 September 2012
[5]http://ardansirodjuddin.wordpress.com/,diakses
24 September 2012
[6]G,
Ananda Setyo, Anti Kaget Internet,
(Jakarta: Creative Media), 2006.
[7]Prawiradilaga,
Dewi Salma dan Eveline Siregar, “Mozaik
Teknologi Pendidikan”, Jakarta: Kencana, 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar