Minggu, 22 Maret 2020

MAKALAH PENDIDIKAN BERBASIS INTERNET (PELUANG DAN TANTANGANNYA)


MAKALAH
PENDIDIKAN BERBASIS INTERNET (PELUANG DAN TANTANGANNYA)
 Disusun guna memenuhi tugas:
TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM
Dosen pengampu:
Dr. H. AMIR MALIKI, MA
Oleh : SUPRIYO  NIM : 6116019
NASTAIN  NIM : 6117001








PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
JOMBANG
2018




BAB I
PENDAHULUAN
A.    PENDAHULUN
Perkembangan zaman tidak lepas dari teknologi. Bahkan dalam kehidupan modern semuaaspek kehidupan mengarah pada kemajuan teknologi. Revolusi teknologi masa kini mengalami perkembanhan yang sangat pesat, khususnya komputer dan internet yang terus melesat melampaui sekat ruang yang ada. Perkembangan keduanya seakan membentuk dunia tersendiri yang memiliki system kehidupan dengan tiada terbatas. Akses computer dan internet hamper pasti bisa dinikmati oleh siapapun dan di manapun. Perkembangan keduanya juga merupakan merupakan tantangan dan sekaligus peluang pengembangan pendidikan di abad 21. Siapa yang dapat mengakses dan memanfaatkannya secara benar, maka merekalah yang berjaya, dan siapa yang mengakses dan tidak mampu memberdayakannya secara benar, maka akan tergilas. Saat ini, teknologi informasi telah mengubah proses berpikir secara praktis dan efisien pada masyarakat kita khususnya dan dunia pada umumnya. Kita semua saat ini dihadapkan pada ambang gerbang transisi yang berbasis teknologi, dimana kecepatan penyampaian dan menangkap suatu informasi menjadi sangat penting dalam rangka memajukan pendidikan. Mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi di sekolah adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Berbagai penelitian baik di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk media berbasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Tidak bisa dipungkiri jika pendidikan masih nasional masih jauh dari perkembangan teknologi jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti Malaysia dan Brunei Darusalam. Pendidikan Nasionel masih merancang untuk berbasis internet. Hal ini juga terdapat dalam pendidikan Islam. Tidak salah jika saat ini pendidikan islam masih sangat jauh dari perkembangan teknologi, terutama internet, walaupun ada beberapa lembaga sekolah yang jauh lebih maju dari pada pendidikan di sekolah umum.
Penerapan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan ruang lingkup teknologi pendidikan. Sejalan dengan berkembangnya inovasi bidang teknologi. Pembel`jaran dapat terakses ke internet. Pembelajaran seperti ini disebut pembelajaran berbasis web (online learning) atau biasa dikenal dengan e-learning. System e-learning merupakan bentuk implementasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
Pemanfaatan teknologi tersebut selain sebagai upaya mengatasi permasalahan teknis pembelajaran, juga sebagai upaya untuk menjawab masalah substansial pembelajaran yang dituntut dalam perubahan paradigma pembelajaran. Perubahan paradigma tersebut yakni pengembangan diri peserta didik secara mandiri serta tuntutan kretifitas dan dinamika ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan e-learning peserta didik dapat berkomunikasi dengan gurunya atau diantara peserta didik sendiri kapan saja dan dimana saja.
Pendayagunakan internet dalam proses pendidikan islam merupakan salah satu cara untuk pengembangan pendidikan islam. Yang mana internet diharapkan dapat membantu mempercepat perkembangan pendidikan. Pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.    Apakah Pengertian Internet ?
2.    Bagaimana Tantangan Pendidikan  berbasis Internet ?
3.    Bagaimana PeluangPendidikan  berbasis Internet ?
4.    Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Berbasis Internet ?

C.    TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian Internet
2.    Untuk mengetahui bagaimana peluang pendidikan berbasis Internet
3.    Untuk mengetahui bagaimana tantangan pendidikan berbasisi Internet
4.    Untuk mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan pendidikan berbasis Internet 








BAB II
PEMBAHASAN
1.    Pengertian Internet
Diera globalisasi, negara-negara diberbagai belahan dunia sudah tidak ada lagi batas dalam mempeeroleh informasi. Dalam waktu yang sama di tempat berbeda dengan jarak yang jauh sekalipun orang saling bertukar informasi dana berkomunikasi. Kemajuan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh dunia bisnis, akan tetapi dunia pendidikan juga ikut merasakan manfaatnya. Perkembangan teknologi informasi lebih terasa menfaatnya dengan hadirnya jaringan internet yang memanfaatkan satelit sebagai media transformasi. Hadirnya internet sebagai sumber informasi ini sangat memungkinkan seseorang untuk mencari dan menyebarkan segala ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk penemuan penelitian keseluruh dunia dengan mudah, cepat, dan murah, sehingga pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat lebih cepat dan merata. Dengan demikian segala informasi yang ada di internet dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Internet yang merupakan kepanjangan dari interconnected networks bisa didefinisikan sebagai network komputer tiada batas yang menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia, dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta fasilitas layanan internet browsing atau surfing.1
Pengertian internet itu sendiri adalah jaringan (Network) komputer terbesar di dunia. Jaringan berarti kelompok komputer yang dihubungkan bersama, sehingga dapat berbagi pakai informasi dan sumber daya.[1]
Internet adalah forum global pertama dan perpustakaan global pertama dimana setiap pemakai dapat berpartisipasi dalam segala waktu. Karena internet merupakan perpustakaan global, maka pemakai dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar.[2]
Internet merupakan suatu jaringan computer yang saling terkoneksi dengan jaringan computer lainnya ke seluruh penjuru dunia. Yang mana Internet atau international net working adalah salah satu turunan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Internet memiliki karakteristik menjadi media yang menghubungkan masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Dari sisi teknis jaringan teknologi dari jutaan computer tersebut berimplikasi luas pada berbagai kepentingan pengembangan wawasan peserta didik. Peradaban internet telah membuka pintu untuk lahirnya perpustakaan dunia dengan tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Selain itu, sarana e-mail atau electronic mail yang secara teknis mulai digulirkan tahun 1985 yang mendorong komunitas pendidikan untuk memanfaatkan terjalinnya komunikasi antara peserta didik dengan sesamanya maupun antara peserta didik dengan tenaga pendidik.
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakan, museum, data base dan mendapat sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, dan data statistic
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki berbagai kelebihan sebagai berikut:
1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memperlukan ruang kelas
2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka
3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing
4.  Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa
5.  Adanya ke akuratan dan kekinian materi pembelajaran
Pembelajaran dapat di lakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa, dan memungkinkan pihak berkepentingan( orang tua siswa, maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran , dengan cara mengecek tugas-tugas yang di kerjakan secara online.[3]
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemanfaatan internet dalam pembelajaran dapat berhasil secara efektif dan efisien, yaitu:[4]
1. Factor lingkungan, meliputi: institusi penyelenggara pendidikan dan masyarakat.
2. Peserta didik, meliputi: usia, latar belakang, budaya, penguasaan bahasa dan berbagai gaya belajarnya
3. Pendidik, meliputi: latar belakang, usia, gaya mengajar, pengalaman dan personalnya.
4. Factor teknologi, meliputi: computer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan yang dibutuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan sekolah.
Internet sesungguhnya hanya berfungsi sebagai media dalam suatu sistem pembelajaran.Aplikasi internet sebagai media dalam proses pendidikan dapat dilaksanakan melalui banyak cara diantaranya adalah sebagai berikut :
1.  E-Learning
E- Learning atau pembelajaran melalui online adalah pembelajaran yang pelaksanaanya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, videotape, transmisi satelit atau komputer. Seperti Kursus atau pendidikan dengan media pembelajaran jarak jauh (distance learning) dancyber classroom.
2. E-Library
Merupakan perpustakaan online yang berisikan 800 milyar informasi tentang ilmu pengetahuan dll.
3. Virtual University
Merupakan aplikasi dari proses pendidikan jarak jauh, dimana virtual university merupakan salahsatu kemudahan yang diberikan layananinternet bagi pembelajar yang mengalami kesulitan dalam hal waktu tatap muka langsung, dan tentunya dalam prosesnya tidak mengurangi kualitas dari pendidikan tersebut.
4.  EdukasiNet
Merupakan situs pembelajaran berbasis internet; artikel, rancangan pengajaran, bahan ajar, proyek pendidikan, kurikulum, tutor, pusat sebaran dan penerbitan, forum diskusi, Interactiveschool magazine, video teleconference (kelompok diskusi berpusat di Global School Network).
Ada beberapa aplikasi standar internet yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pendidikan, yaitu:[5]
1. E-mail, merupakan fasilitas yang memungkinkan dua orang atau lebih untuk melakukan komunikasi yang bersifat asynchronous atau tidak bersifat rile time.
2. Mailing list (mills) merupakan perluasan penggunaan e-mail, melalui milis ini bisa dilakukan diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan, dengan saling memberikan saran pemecahan (brain stroming).
3. File Transfer Protocol (FTP) adalah fasilitas internet yang memberikan kemudahan kepada pengguna untuk mencari dan mengambil arsip file(download) di suatu server yang terhubung ke internet pada alamat tertentu yang menyediakan berbagai file.
4.  News group dalam internet adalah fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serempak dalam waktu yang sama (real time) .fasilitas yang digunakan bisa sepenuhnya multimedia (audio-visual) dengan mengguankan fasilitas video konfrencing, ataupun tex saja atau tex dan audio dengan menggunakan fasilitas chat (IRC)
5. World Wide Web (www), merupakan kumpulan koleksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, dan dokumentasi tersebut dikembangkan dalam formathypertext dan hypermedia, dengan menggunakan Hypertext Markup Language (HTML) yang memungkinkan terjadinya koneksi dokumen yang satu dengan yang lain atau bagian dari dokumen yang satu dengan bagian dokumen yang lainnya, baik dalam bentuk teks, visual dan lain-lainnya. World Wide Web, bersifat multimedia karena merupakan kombinasi dari teks, foto, grafika, audio, animasi dan video.#
6.  Internet Voice juga dikenal dengan Voice-over-Internet-Protocol (VoIP) merupakan jenis teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan panggilan telepon menggunakan koneksi Internet berkecepatan tinggi dibanding menggunakan sambungan telepon biasa.# Internet Voice sangat tepat digunakan dalam penyampaian presentasi yang panjang karena dapat mencakup sejumlah besar materi pelajaran dan mencakup sejumlah besar audiens dengan biaya yang sangat minim.
7. Internet Relay Chat (IRC) merupakan sistim komunikasi mirip sistim komunikasi Orari yang memungkinkan seseorang melakukan percakapan di Internet dalam bentuk teks. Percakapan bisa dilakukan oleh banyak pihak, beberapa, puluhan dan bahkan ratusan orang pada saat bersamaan. Di sistem IRC ini, untuk tempat percakapan dibuat sendiri semacam ruang secara virtual yang biasa disebut Channel. Dalam perkembangannya, IRC sudah tidak lagi hanya dalam bentuk teks, namun juga bisa menggabungkan suara ataupun video dalam percakapannya.# IRC sangat potensial digunakan agar para apelajar bisa berdebat, berdiskusi, bahkan berbincang secara tak terbatas.
2.    Tantangan Pendidikan Berbasis Internet
Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dan disiasati untuk pendidikan berbasis internet. Tantangan tersebut akan datang dari luar maupun dari dalam lingkungan pemerintahan diantaranya:
1.    Kebijakan Depdiknas tentang pendayagunaan ICT untuk pendidikan. Yang mana kebijakan pemerintah tentang pendayagunaan ICT ini sifatnya masih di atas kertas, artinya belum diikuti dengan tindakan yang sungguh-sungguh oleh seluruh unsure pemerintah untuk melaksanakannya.[6]
Menghadapi tantangan yang cukup berat seperti ini diperlukan kerja sama dan kemauan yang kuat dari semua pihak, baik dalam lingkungan Depdiknas yang tentu saja amat sangat berkepentingan, maupun pihak-pihak lain seperti lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, penyedia jasa sambungan internet, pengembang software, dan terlebih lagi masyarakat
2.    Masalah infrastruktur. Tidak bisa dipungkiri masalah infrastruktur merupakan aspek yang tidak kalah pentingnya dalam menunjang keberhasilan pendayagunaan ICT untuk pendidikan. Secara khusus sebenarnya pemerintah telah mencanangkan pengembangan infra struktur ICT yang diberi nama Nusantara . Yang diharapkan seluruh daerah di Indonesia akan mendapatkan layanan akses informasi yang memadai. Namun dengan munculnya krisis ekonomi pada akhir tahun 1997, menyebabkan program nusantara terhenti.[7]
3.    Kesadaran masyarakat , baik masyarakat pendidikan dalam pemanfaatan internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini sebagian besar masyarakat pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya memiliki kesadaran terhadap pemanfaatan penggunaan internet untuk pendidikan, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya kesadaran akan manfaat internet.
4.    Ketersediaannya tenaga yang menguasai ICT. Karena apabila kita akan mendayagunakan ICT terutama di sekolah-sekolah melalui pemanfaatan internet dalam proses pendidikan, selain perlu menyediakan sarana dan prasarana, sekolah juga harus menyediakan SDM yang akan merangcang, mengembangkan, mengoprasikan, dan merawat sarana dan prasarana tersebut.
3.    Peluang Pendidikan Berbasis Internet
Selain berbagai tantangan bagi keberhasilan pendayagunaan internet dalam proses pendidikan, masih terdapat beberapa peluang yang memicu rasa optimism bagi prospek keberhasilan pemanfaatan internet dalam proses pendidikan sebagai salah satu wujud pendayagunaan ICT untuk pendidikan. Beberapa peluang tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Perkembangan jaringan sekolah.
Mulai tahun 2002 Dikmenjur mengembangkan jaringan sekolah yang berbasis Wide Area Network yang kemudian diberi nama WAN kota. Program ini dikembangkan untuk memberdayakan dan mengintegrasikan sekolah yang berada di satu kabupaten/kota dengan pengembangan nikabel (wireless). Selain itu juga telah dibentuk berbagai jaringan sekolah yang diprakarsai oleh berbagai kalangan pemerintah maupun kalangan nonpemerintah seperti sekolah online, pendidikan net, dan lain-lain.
2.      Campur tangan pemerintah dalam rangka otonomi Daerah
Tugas pemerintah daerah adalah memperhatikan berbagai hal yang berkenaan dengan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi untuk pendidikan dalam rangka otonomi daerah dan otonomi pendidikan




4.    Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Berbasis Internet 
1.      Kelebihan
1. Internet memberikan sambungan (konektivitas) dan jangkauan yang sangat luas sehingga akses data dan informasi tidak dibatasi waktu, tempat, dan negara.
2. Akses infromasi di internet tidak dibatasi oleh waktu karena dunia maya yang dihadirkan secara global tidak perneh tidur. Dengan kata lain, kita dapat melakukan pencarian informasi melalui internet kapan saja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
3. Akses informasi melalui internet lebih cepat bila dibandingkan dengan mencari informasi pada halaman-halaman buku-buku di perpustakaan. Kita tinggal mengklik icon tertentu, maka apa yang kita inginkan akan muncul di layar monitor komputer kita.
4. Internet juga menyediakan kegiatan pembelajaran interaktif seperti fasilitas elearning yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu yang dapat meningkatkan kemampuan intelektual kita, seperti sekolah menulis online, dsb. Tentu saja dengan menjadi anggota pada kegiatan tersebut dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga tersebut.
5. Kita dapat berdiskusi dengan teman-teman sebaya atau setingkat mengenai berbagai hal jika kita memasuki mailing list atau melakukan chatting.
6. Dibandingkan dengan membeli buku atau majalah asli, penelusuran informasi melalui internet jauh lebih murah. Apalagi pada saat ini banyak situs yang menyediakan jasa informasi secara cuma-cuma. Kita btinggal mengunduh atau mencetak informasi yang kita butuhkan.
2.      Kekurangan
1.Informasi yang tersedia di internet sangat besar jumlahnya, namun tidak semuanya kita butuhkan.
2.Internet bersifat interaktif dengan menyediakan banyak sekali link-link menuju situs tertentu yang terkadang membuat kita menggoda untuk mengkliknya yang justeru membuat pencarian informasi kita terbengkalai dan lepas kendali.
3. Salah satu kelemahan internet yang sangat terasa dan sangat mengganggu adakah resiko terkena virus komputer yang mudah menyebar, baik melalui email maupun melalui file-file yang kita unduh.


BAB III
PENUTUP

Internet atau international net working adalah salah satu turunan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Internet memiliki karakteristik menjadi media yang menghubungkan masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Ada beberapa aplikasi standar internet yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pendidikan, yaitu:E-mail, Mailing list (mills) File Transfer Protocol (FTP) News group, World Wide Web (www), Internet Voice juga dikenal dengan Voice-over-Internet-Protocol (VoIP), dan Internet Relay Chat (IRC).
Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara pendidik dengan peserta didik sebagaimana yang disyaratkan dalam proses pembelajaran. Terutama yang berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan.
Pembelajaran berbasis internet (On-line Learning) biasa dinamakan dengan istilah E-Learning. System E-Learning merupakan bentuk implementasi pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ada beberapa syarat yang harus ada dalam kegiatan belajar elektronik (e-learning) , yaitu: Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (internet, LAN, WAN), tersedianya dukungan layanan belajaryang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik, misalnya CD-ROM atau bahan cetak, dan tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta didik apabila mengalami kesulitan.
Dibandingkan dengan proses belajar mengajar yang konvensional atau tradisional, e-learning memang memiliki beberapa kelebihan diantaranya: dapat mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih murah, Ekonomis (dalam kasus tertentu), e-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/ materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
Walaupun demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Berbagai kritik , antara lain dapat disebutkan sbb: Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar; Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial; Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan; Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT; Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal; Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer); Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet; dan Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
Dalam rangka pengembangan pendidikan islam pendidikan Islam perlu terus merespon perubahan dan perkembangan sosial, melakukan inovasi dan pemberdayaan, membentuk jaringan secara kuat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam. Salah satunya dengan cara mendayagunakan internet dalam proses pendidikan islam. Yang mana internet diharapkan dapat membantu mempercepat perkembangan pendidikan. Pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.






















DAFTAR PURTAKA

Cepi Riyana, Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada ,2012), hlm. 277

http://ardansirodjuddin.blogspot.com/2007/09/pendidikan-berbasis-jaringan-komputer.html, diakses 25 September 2012

http://ardansirodjuddin.wordpress.com/,diakses 24 September 2012
G, Ananda Setyo, Anti Kaget Internet, (Jakarta: Creative Media), 2006.
Prawiradilaga, Dewi

Shirky, Internet lewat E-mail. (Jakarta: PT. Alex Media Komputindo. , C.1995)
Sidharta,  Internet: Informasi Bebas Hambatan  ( Jakarta: PT Alex Media Komputindo. 1996)






















[1]Shirky, Internet lewat E-mail. (Jakarta: PT. Alex Media Komputindo., C.1995)

[2]Sidharta,  Internet: Informasi Bebas Hambatan  ( Jakarta: PT Alex Media Komputindo. 1996)

[3]Cepi Riyana, Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi, (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada 2012), hlm. 277
[4]http://ardansirodjuddin.blogspot.com/2007/09/pendidikan-berbasis-jaringan-komputer.html, diakses 25 September 2012
[5]http://ardansirodjuddin.wordpress.com/,diakses 24 September 2012
[6]G, Ananda Setyo, Anti Kaget Internet, (Jakarta: Creative Media), 2006.
[7]Prawiradilaga, Dewi Salma dan Eveline Siregar, “Mozaik Teknologi Pendidikan”, Jakarta: Kencana, 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar